http://tabir17.blogspot.co.id

Lingkarmalang.com, Gunung katu – Sudah menjadi rahasia umum bahwa Malang merupakan pusat kerajaan Singasari. Dua petinggi kerajaan yang sangat populer -Ken Arok dan Kendedes- merupakan cikal bakal kerajaan Majapahit. Pengakuan tersebut bukanlah klaim sepihak dari warga Malang sendiri, namun sudah terbukti, bahkan di beberapa sumber sejarah sekelas Pararaton dan Negara kertagama yang di produksi saat Hayam Wuruk berkuasa pun meng-amin-kan hal itu.

Hayam Wuruk yang saat itu hobi berkelana ke daerah Malang sempat membuat tempat penghormatan untuk leluhurnya, Ken Arok. Dalam bahasa kuno lebih familiar dengan kalimat tempat pendharmaan. Tujuan dibangunnya pendharmaan sendiri untuk memberikan penghormatan, seperti layaknya candi. Namun candi biasanya dibangun lebih megah sedangkan pendharmaan dibangun hanya beberapa arca batu.

Kembali pada pembangunan pendharmaan, Hayam Wuruk memilih untuk membangun pendharmaan di Gunung Katu. Maka dari itu tak jarang beberapa pelaku ritual yang melaksanakan pertapaan di bukit yang ada di Dusun Sumberpang Kidul, Desa Sumbersuko, Kecamatan Wagir. Di gunung ini awalnya ada beberapa arca, namun saat ini arca tersebut banyak yang hilang.

http://tabir17.blogspot.co.id

Hal ini terlihat dari beberapa batu yang berlubang seperti device dari permainan dakon, maka dari itu para sesepuh menyebut batu ini dengan Watu Dakon. Sebetulnya batu berlubang ini merupakan batu yang berfungsi untuk mengunci arca yang dibuat masa Majapahit. Karena arcanya sudah hilang entah kemana maka yang tersisa hanya batu berlubang tersebut.

Jalan menuju situs sejarah ini lumayan sulit, kurang lebih 1 kilometer sebelum memasuki area situs berupa jalan makadam. Sebelum jalan makadam tersebut jalannya sangat mulus. Jika anda dari Kota Malang lebih mudah lewat Mendalanwangi. Masuk lurus terus sampai ada sebuah kecamatan, dari sana dapat menanyakan lokasi Gunung Katu. Meskipun jalannya rusak untuk menuju ke situs ini tidak terlalu menanjak. Jadi tidak ada kemungkinan mesin kendaraan anda panas di tengah jalan.