Lingkarmalang.com, Warung Kopi – Bila pada arikel-aretikel sebelumnya redaksi  lingkar Malang selalu menggaungkan tentang geliat bisnis Cafe yang sedang menggila di Kota Malang dengan segala ciri khasnya. Kali ini Redaksi Lingkar Malang Ingin bercerita tentang salah satu warung kopi legendaris Kota Malang yang sering disapa WarNing oleh penggemarnya alias Warung Kuning Kepanjangannya.

Warung Kopi yang terteletak di tepi jalan sumbersari yang ramai itu sepertinya enggan kalah dengan  hiruk pikuk ruas jalan tersebut. dimulai dari bukanya warkop dari jam 07.00 hingga tutup sesaat sebelum magrib. para pecandu kaffeein yang kebanyakan mahasiswa ini, tak pernah absen untuk sekedar setor muka  sebentar hingga  berlama-lama untuk bercengkrama dengan kawan lama, sembari menghirup kentalnya kopi  yang sudah melegenda.

Konon warning ini adalah salah satu pelopor warung kopi  Khas Tulungagung yang terkenal dengan lethek (ampas Kopi) yang kental dan tebal di Malang. Walau tak pernah ada yang tau sejak kapan tepatnya  warung Kopi ini dibangun, namun beberapa kabar burung bercerita Warning sudah ada sejak tahun 90an bahkan juga pernah digunakan menjadi tempat berkumpulnya para aktivis gerakan bawah tanah pada jaman Soeharto untuk merancang  aksinya pada akhir 90an.

Seperti layaknya warung Kopi yang lain, warning adalah ruang bebas  bagi warganya untuk berbincang tentang apapun. Mulai dari Politik, tugas kampus hingga gosip tentang nikita Mirzani yang tak lelah membuat sensasi pun tak pernah haram untuk dibicarakan disini. Perbedaan dengan warung kopi yang lain mereka membicarakan topik yang mereka sukai sembari nyethe alias melukis batang rokok dengan ampas Kopi.

Warung kuning memang kurang bisa konsisten menjaga branding kuning di warungnya karena kini warung tepian di jalan Sumbersari ini telah berwarna putih dengan sedikit goresan warna merah.  Tapi masalah rasa dan kualitas warung Kuning ini tak pernah berubah cita rasa, kopi nya yang kental dan pekat  tak ayal sering memaksa para penikmatnya untuk menyalakan sebatang rokok sebagai penyeimbang kenikmatannya.