Lingkarmalang.com, Kota Malang – Aroma harum pasti sudah tercium ketika Nawak Lingkar Malang melewati sekitar gereja GPIB Immanuel di sekitar Alun-alun. Aroma khas racikan cengkeh dan tembakau ini berasal dari salah satu pabrik rokok yang dapat dipastikan tidak amatir lagi. Pabrik rokok yang bernama Banju Biru ini terletak tepat di samping tembok penuh karya mural khas jalanan kota malang.

Memang dengan adanya aroma wewangian tersebut tidak lantas membuat para pengunjung yang awalnya ingin ke alun-alun merdeka mengurungkan niatnya. Tapi justru menjadikan cirikhas tersendiri bagi para turis yang sudi menaiki moda lamban seperti becak, odong-odong dan lain sebagainya. Karena jika menggunakan moda cepat sekelas mobil pasti akan tidak tercium aroma harus tembakau yang keluar dari pabrik yang dibangun mulai tahun 1958 tersebut.

Sekilas jika ditinjau dari keluar masuknya kendaraan angkut yang biasanya keluar masuk pabrik. Di perusahaan yang bernama lengkap PT. Banyu Biru Malang ini memang sangat sedikit. Namun jangan salah menyimpulkan hal tersebut, kerena di pabrik ini hanya bekerja beberapa buruh saja. Buruh lainnya bekerja di pabrik lain yang masih beralamatkan di Malang. Mungkin hal ini mengantisipasi adanya efek kemacetan jika semua proses di jadikan satu di tempat ini.

Jika kita mengesampingkan ramai atau tidaknya perusahaan yang mempunyai lima merk dagang ini dapat melihat dari sisi bangunannya. Bangunan yang memiliki kesan vintage dan bersanding dengan corat-coretan mural yang tak luput dari keelokan gambaran ini juga instagramable. Beberapa musisi asli malang kerap menjadikan kedua unsur tersebut menjadi latar belakang elok. Tak hanya kerupekan yang anda rasakan jika melewati pabrik rokok tersebut. Mungkin sekali-kali nawak-nawak lingkar malang dapat minggir sejenak dan hunting photo di pabrik yang terkesan sepi tapi masih langgeng tersebut. (Pungkas)