Perkenalkan nama saya Echa, saya suka sekali traveling dan aya termasuk orang pecinta alam, yang lebih suka jalan-jalan menyusuri tempat wisata alam dibandingkan wisata buatan. Batu dan Malang bukan tempat asing lagi bagi saya, bahkan sebelum Malang terkenal akan keindahan pantainya saya sudah meyusuri daerah sana tepatnya pantai Sendang Biru dan pernah juga ke Karangkates. Semakin lama banyak muncul tempat-tempat yang indah di Malang karena adanya internet dan instagram yang membantu meng-expose tempat wisata baru.

Di daerah Malang Selatan saya sudah pernah mengunjungi pantai Sendang Biru, Goa Cina, Bajulmati, Lenggoksono, Banyu Anjlok, Sendiki, Gatra dan Banyu Meneng. Banyak sekali cerita perjalanan saya yang mau saya bagi, namun kali ini saya akan berbagi tentang pengalaman liburan ke pantai Gatra dan Banyu Meneng. Bukan perjalanan yang mudah untuk mencapai liburan kali ini dari rencana awal yang akan berangkat pada minggu awal bulan November kemarin dan sampai akhirnya diundur dan berangkat pada akhir November. Perjalanan dari Surabaya lancar sampai akhirnya saya memutuskan untuk mengunjungi pantai Garta dulu. ketika jalan kaki menuju pantai Gatra saya salah arah dan sedikit nyasar karena penanda arah pantai Gatra jatuh. sampai di pantai Gatra saya kagum dengan bersihnya pantai itu dan pasirnya yang putih dan lembut.

Setelah dari pantai Gatra saya memutuskan untuk bergegas melanjutkan perjalanan ke pantai Banyu Meneng karena mengejar waktu dan cuaca yang tidak begitu mendukung. Saya paling suka ketika menyusuri jalur lintas selatan yang dipenuhi dengan pantai di sepanjang jalan, saya berhenti sejenak untuk berfoto di pinggir jalan yang memiliki background laut lepas, sayangnya kawasan tersebut dilarang untuk umum sehingga saya tidak bisa mendekat ke arah laut dan hanya melihat di pinggir jalan saja. Ketika sudah memasuki jalan ke arah pantai Banyu Meneng kami tidak terlalu yakin karena jalannya yang berbatu, benar saja mobil kami mengalami kebocoran oli dan tidak bisa bergerak kemanapun padahal jaraknya 300m dari pantai. Sembari menunggu kabar dari kerabat saya memutuskan untuk jalan-jalan di sekitar pantai Banyu Meneng dan menikmati tenangnya pantai untuk mengurangi stress yang saya alami. Jalan satu-satunya adalah kita harus menginap di sana, namun teman saya ingin segera keluar dari sana dan akhirnya kita membayar orang lembaga untuk mengantar kita ke tengah Malang dan menginap di kota, sedangkan mobil kita tinggal di sana dan kita pulang dengan bus.

Perjalanan yang sama sekali tidak terencana, namun saya senang karena pengalaman tersebut tak akan terlupakan sampai kapanpun. Karena sebenarnya hal yang dicari dalam petualangan adalah perjalanannya bukan destinasinya. Sekian cerita singkat dari saya. Terimakasih.

kiriman dari Echa Marditicha

E mail [email protected]