Lingkarmalang.com, Malang Raya – Beberapa waktu lalu berita mengenai penuntutan ganti rugi bagi korban akibat jalan rusak sempat viral di salah satu platform media sosial terbesar di Indonesia. Permasalahan mengenai jalan rusak dan berlubang serasa tidak ada habisnya, termasuk di Kota Malang sebagai kota termacet ketiga di Indonesia. Kecelakaan akibat jalan berlubang di Malang jarang terjadi, namun pernah ada korban yang melapor lantaran kecelakaan akibat jalan berlubang dengan mengalami kerugian material, menurut Indra Adma salah satu Polisi Unit Laka Lantas Kota Malang. Tutur beliau,

“memang pengendara kendaraan bermotor yang celaka akibat jalan rusak bisa menuntut ganti rugi tetapi harus mengajukan dan melalui proses hukum perdata yaitu sidang, hanya saja sampai saat ini objek sasaran gugatan masih belum jelas, apakah itu Kadishub? Walikota? Bupati? Aparat desa atau daerah?”

    Lagi-lagi praktek nyata memang tidak segampang teorinya. Jadi, apakah masih ada keinginan untuk menuntut ganti rugi dengan proses yang serumit itu? Dengan objek sasaran yang belum jelas dari pada ribet mengurus persidangan, lebih baik pemerintah berupaya lebih untuk memperbaiki kondisi jalan, serta bagi pengguna jalan itu sendiri harus lebih berhati hati dalam berkendara agar kecelakaan tidak terjadi.

    Jika dilihat secara langsung perbaikan jalan di Kota Malang ini memang belum merata. Menurut beberapa pengendara ojek online, jalan berlubang di Kota Malang ini banyak dijumpai di jalan masuk perkampungan atau jalan-jalan alternatif. Lampu penerangan di trotoar atau jalan raya juga berperan penting bagi keselamatan pengguna jalan. Pemerintah harus giat melakukan koordinasi dengan instansi terkait dan memberikan ide untuk solusi agar kualitas sarana dan prasarana jalan raya Kota Malang tetap terpelihara.