Malang merupakan kota wisata. Banyak wisata yang sangat sering dikunjungi oleh pendatang maupun warga malang sendiri. Dari sekian banyak wisata  yang dapat dinikmati ada salah satu wisata yang masih jarang dikunjungi, yaitu wisata budaya topeng malangan.

Topeng malangan memiliki sejarah tersendiri dari riuhnya budaya kontemporer yang menyerbu kota bunga ini. Topeng malang sebenarnya tercipta pada masa kerajaan kanjuruhan, pada waktu itu topeng mamasih berupa batu dan digunakan pada suatu tarian. Setelah masuknya agama hindu budha di nusantara topeng malangan berubah fungsi menjadi sebuah drama yang biasa kita sebut wayang. Seperti halnya wayang yang berkembang pada masa itu, wayang topeng malangan memiliki cerita yang tidak jauh dari cerita peperangan mahabarata dan cerita percintaan Ramayana. Setelah raja kertanegara menguasai kerajaan singasari wayang topeng berubah cerita menjadi cerita-cerita panji. Kisah-kisah panji tersebut berisi kisah-kisah raja jawa yang dikemas sedemikian rupa untuk memberikan propaganda terhadap rakyat nusantara.

topeng-malang-kota-malang-kabupaten-malang

Dari sekian panjang sejarah dari topeng malangan tersebut maka muncul tokoh-tokoh yang tidak dapat ditemui dalam pewayangan lain, seperti dewi sekartaji, raden gunung sari dan tokoh lain. Selain dari tokoh yang berbeda dengan wayang lain, wayang topeng malangan juga memiliki sesi pada suatu pementasan. Sesi dalam sebuah gelaran wayang Topeng malangan terbagi menjadi 3 sesi. Sesipertama disebut sesi gending giro. Sesi gending giro ini merupakan sesi pemanggilan untuk penonton yang ingin menyaksikan gelaran topeng malangan. Sesi ini berisi pemukulan alat musik gamelan (yang menjadi alat musik pengiring pada sebuah gelaran wayang) yang berisi 2-3 lagu atau dalam istilah jawa disebut gambang. Sesi kedua yaitu inti dari gelaran wayang yang disebut sesi wayang, dalam pagelaran wayang topeng ini memiliki waktu yang tidak selama wayang kulit yang semalam suntuk. Gelaran wayang topeng yang merupakan perpaduan seni drama dan seni tari seperti halnya wayang orang yang berasal dari solo. Sesi ke tiga merupakan sesi doa atau sesajen, sesi ketiga ini mulai jarang dilakukan pada gelaran wayang topeng masakini selain karna fungsi wayang topeng pada gelaran hanya untuk hiburan semata dan jauh dari kesakralan juga semakin banyaknya penganut agama islam yang tidak meyakini adanya sesajen.

souvernir-topeng-mmalang-kabupaten-malang-budaya-malang-lingkar-malang

Untuk melihat topeng malangan sendiri para pembaca dapat mengunjungi sanggar-sanggar tari topeng malangan yang kebanyakan berada di kabupaten malang. Salah satu sanggar topeng malangan yang masih eksis yaitu sanggar topeng asmoro bangun yang berada di dusun kedung monggo desa karang pandan pakisaji kabupaten malang. Di sanggar ini selalu ada pertunjukan wayang malangan sebulan sekali setiap minggu kliwon setelah isya’ dan ini gratis. Jika anda ingin untuk membeli topeng malangan yang asli ataupun berupa souvenir dapat membeli di tempat tersebut juga atau di daerah Kota Malang yang terletak di depan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang yang bernama galeri topeng malangan. Dan juga ada referensi terdekat untuk anda yang berdomisili di daerah utara Malang. Anda juga bisa membeli souvenir topeng di galeri kendedes yang terletak di Singosari Kabupaten Malang. Sekian tulisan saya tentang kebudayaan asli yang mulai punah di Kota Malang.(Pungkas)