Lingkarmalang.com, Toko Kue Madjoe – Berbicara tentang kuliner kuno Malang tak kalah dengan kota besar sekelas Jogja ataupun Jakarta. Berbagai toko yang bertahan sejak sebelum kemerdekaan RI banyak di penjuru kota Malang. Karena memang Malang memiliki tempat yang dingin, seperti Bandung. Sehingga warga eropa banyak yang menetap di Malang, alhasil pemilik usaha juga memodifikasi produknya untuk mereka.

Salah satu penjual jajanan Eropa yang sudah berdiri sejak masa perjuangan adalah Tojo Madjoe. Toko kecil nan mungil yang terhimpit di keramaian pertokoan Pasar Besar ini mulai berdiri sejak 1930. Sampai saat ini toko yang beralamatkan di jalan Pasar Besar no. 30B dikelola oleh keturunan ke 3 dari sang pendiri.

Rahasia dalam menjaga roda usaha agar tetap awet hingga generasi ketiga tidak lain adalah konsisten dalam menjaga cita rasa. Sejak tahun 1930 rasa khas tiap kue sejumlah 25 jenis ini tetap sama. Maka dari itu nostalgia khas kue Belanda masih erat terasa. Tak hanya rasanya saja, tapi nama-nama yang susah dibaca juga menghiasi tiap toples kaca. Hal ini sebagai konsekuensi mempertahankan nama asli kue tersebut.

Berbicara mengenai penyajiannya, bila Nawak-Nawak Lingkar Malang yang suka dengan hal kuno pasti akan takjub. Pasalnya di depan akan terlihat oven kuno dengan bahan bakar minyak tanah. Selain oven besar yang dipajang di depan ada pula toples ukuran besar untuk memajang berbagai kue kering. Karena tidak memakai pewarna, varian warna kue yang terpajang hanya dua jenis saja, yaitu coklat dan kuning keemasan. Coklat biasanya bersumber dari warna coklat yang digunakan, sedangkan kuning keemasan berasal dari putih telur.

Entah sampai kapan toko ini dapat bertahan, karena serangan dari berbagai kue oleh-oleh yang dimiliki artis juga mulai merambah Malang. Semoga meskipun gempuran toko kue artis datang bertubi-tubi toko kue legendaris seperti ini tak akan tergerus daan menghilang.