Lingkarmalang.com, Tape Ketan Batu –  Jajanan yang akhir-akhir ini mulai menghilang dengan perlahan di Batu adalah tape ketan ireng (TKI). Ketan hitam yang difermentasi dengan ragi dan berubah menjadi tape dahulu amat lumrah diketemukan di sejumlah titik kota Batu. Seperti di wana wisata Songgoriti, Cangar, Selecta, dan sejumlah titik destinasi wisata kuno yang dulu ramai dikunjungi.

Dikarenakan tape sudah dari dahulu menjadi penghangat warga Malang raya pada umumnya dan Batu pada khususnya. Bulir-bulir tape ketan yang berkuah badek (air dari fermentasi tape) dapat menjadi keasyikan tersendiri untuk menikmatinya. Biasanya cara penyajiannya berbeda-beda, ada yang disajikan berkuah seperti disebutkan di atas atau hanya tape saja tanpa badek.

Bagi Nawak-Nawak Lingkar Malang yang penasaran menikmatinya bisa mencoba tape ketan ireng di pemandian air hangat Cangar. Di sana masih ada penjual tape ketan hitam dengan tambahan Lopes. Lopes sendiri adalah ketan putih yang dibuat seperti lontong, rasanya hampir mirip seperti lontong namun ada manisnya yang menjadi rasa khas dari ketan. Menjadi perpaduan rasa yang sangat pas rasanya jika ketiga unsur (lopes, TKI, dan badek) dijadikan satu piring.

Sedikit catatan bila anda memiliki penyakit magh sebaiknya tidak memakan banyak, memang kadar panas TKI ini berbeda-beda. Ada yang fermentasi sempurna ada pula yang fermentasi setengah matang. Kesempurnaan fermentasi tape dapat berpengaruh pada produk akhirnya. Ada yang panas dan ada pula yang hanya manis. Bagi yang mengidap sakit magh pasti akan perih dilambung jika mendapatkan racikan yang sedikit panas.

Cara mengatasinya cukup dengan pesan tape dengan porsi separuh dan meminta lopes yang banyak. Dengan begitu racikan yang akan anda nikmati tidak begitu panas ketimbang dengan badek dan tape yang banyak.