Lingkarmalang.com, Kolam Polaman Lawang – Polaman merupakan kolam pemandian bersejarah yang dimiliki Lawang. Seperti kolam pemandian kuno lainnya, Polaman pasti memiliki legenda, mitos, dan kisah-kisah magis yang ditujukan untuk menjaga sumber dari tangan jahil. Meskipun terletak di tengah-tengah hutan lindung, kisah-kisah magis Polaman dipercaya sangat ampuh dalam mempertahankan dari tangan-tangan jahil. Berikut beberapa kisah-kisah yang menyelimuti sumber yang beralamatkan di Jl. Indrokilo, Dusun Polaman, Desa Kalirejo, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang ini.

Pintu Alternatif Raja Bali

Al-kisah ada seorang raja dari negeri dewata yang berkunjung ke Singosari. Singkat cerita raja yang bernama Kelana Rangga Puspita tersebut terpaut rasa pada putri kerajaan Singosari. Namun cinta tersebut tak direstui raja Singosari yang bernama Lembu Amijaya. Maka bersemedi-lah Kelana Rangga untuk memohon petunjuk pada sang dewa. Dari persemedian tersebut muncullah petunjuk untuk masuk ke kerajaan Singosari lewat Goa Polaman.

Benar saja, saat hal tersebut dilakukan ternyata ada jalan tembusan dari Gua Polaman menuju patirtan putri Singosari. Setelah keluar patirtan, putri Dyah Rangga Munti pun dibawa menuju jalur alternatif tadi. Dan singkat cerita sang putri dibawa ke Bali oleh pangeran. Hal ini menjadi alasan peperangan antara kerajaan Bali dan Singosari di Bedali.

Ikan Wader Wingit

Selain sebagai patirtan (pemandian) kolam ini juga memiliki julukan paulaman (pemeliharaan ikan). Ada sebuah cerita yang menyebutkan bahwa ikan-ikan yang ada di sini berasal dari bawah tanah. Ikan dengan jenis Wader tersebut dipercaya sakral. Barang siapa yang melukai apalagi menangkap ikan tersebut akan terkena kesialan. Maka jika anda mandi di kolam ini jangan sampai melukai ataupun menangkap ikan yang dipercaya sebagai peliharaan Jayadursa (sesepuh Polaman)

Terciptanya Wukir Polaman

Wukir Polaman merupakan karya sastra yang dibuat oleh Jayakatwang. Hal itu tertulis dalam buku Babon Serat Pararaton. Saat Jayakatwang dibuang di Polaman karena kalah oleh Raden Wijaya. Sebetulnya hal tersebut diawali oleh perebutan kerajaan Singosari, Jayakatwang sebagai raja Kediri berhasil merebut kerajaan Singosari.

Namun beberapa tahun berselang Raden Wijaya sebagai raja Majapahit ingin merebut kerajaan leluhurnya tersebut. Dan terjadilah pertempuran yang di menangkan Raden Wijaya. Sedangkan Jayakatwang sebagai pihak yang kalah, dibuang ke Polaman. Tapi semasa pembuangannya dia membuat karya sastra bernama Wukir Polaman.