Lingkarmalang.com, Kereta Api – Berbicara tentang transportasi rasanya masih ada yang kurang jika tidak membicarakan kereta api. Transport anti macet ini sudah beroperasi di Indonesia semenjak penjajahan belanda, pengusung nama spoor pun meneer dari negeri kincir angin tersebut. Turun temurun sampai saat ini masih lamat-lamat terdengar masyarakat kita menjadikan kalimat tersebut sebagai kata ganti kereta api.

Kurang kaffah rasanya menyinggung kereta api tapi tak menunjuk secara langsung akses jalannya, jika kita menaiki kereta api dari Malang menuju ke Blitar pastilah melewati terowongan yang ada di Bendungan Karangkates. Dua terowongan tersebut merupakan torowongan pertama karya anak bangsa. Namanya juga tak kalah menarik, terowongan yang panjangnya sekitar 850 M bernama Eka Bakti Karya. Untuk terowongan yang lebih pendek bernama Dwi Bakti Karya. Kedua terowongan tersebut jika di gabung berjarak lebih dari 1 kilometer. Untuk saat ini masih belum ada yang menandingi jarak kedua terowongan tersebut di Indonesia.

Asal usul pembangunan terowongan karena jalur kereta lama tertutup pembangunan Bendungan Sutami. Maka dibuat inisiatif untuk membangun jalur kereta api baru dengan double terowongan. Tepat pada tahun 1969 kedua terowongan dan satu bendungan rampung dikerjakan para insinyur dalam negeri.

Namun entah apa yang melatarbelakangi adanya terowongan ini. Karena kedua terowongan atasnya hanya rumah warga dan jalan raya. Atau mungkin pada saat itu rumah warga masih belum ada, alih-alih hanya bukit berbatu yang sangat tidak efisien untuk membangun bantalan rel di atasnya. Kemungkinan hal itu bisa terjadi dan ada satu kemungkinan lagi. Karena sang presiden ingin menunjukkan insinyur bangsa pada khalayak luar negeri. Bahwa kita mampu mengeksekusi konstruksi nasional seribet itu. Terlepas dari alasan-alasan yang melatarbelakangi pembangunan itu, sudah saatnya kita berbangga dengan terowongan kereta api terpanjang di Indonesia ini. Apalagi lokasinya secara administratif ada di Kabupaten Malang.