LINGKARMALANG – Beberapa hari terakhir, grup jejaring sosial Whatssapp dipenuhi dengan himbauan kemacetan yang akan melanda Kota Malang. Terang saja karena pada tanggal 18-23 Juli, Kota Malang akan diserbu oleh kepala daerah dari berbagai kota yang sengaja datang ke Kota Malang untuk memeriahkan rakernas XII  APEKSI (Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia )2017.

Tidak melulu hanya rapat dan pertemuan, APEKSI kali ini juga menjadi sarana sebagai pesta rakyatnya warga Kota Malang.  Pada tanggal 19 juli lalu contohnya, warga berkumpul dan bergembira melihat pawai budaya dari berbagai daerah di Indonesia, dan pada malam harinya bersama-sama menikmati kuliner khas Malang yaitu bakso dan cwiemie.

Sedangkan pada pagi hari ini (20 Juli 2017) para petinggi berbagai kota yang turut hadir di APEKSI 2017 ini,  berkumpul di Taman Singha Merjosari Kota Malang. Agenda utamanya adalah menanam pohon khas daerah masing-masing Kota, agar bisa tumbuh dan berkembang di Kota Malang dan sekaligus menjadi media pembelajaran serta pengenalan tanaman khas masing- masing Kota bagi warga Malang.

Keseluruhan acara berlangsung asik dan menarik, tak langsung menuju ke acara utama para walikota ini sedikit bersantai dan bersenda gurau. Aksi menyanyi dan menari di atas panggung tak malu diperagakan oleh para petinggi nomer satu di kotanya masing – masing ini. Beberapa walikota juga turut mencoba fasilitas Taman Singha yang menarik seperti  Skybike, dan alat olahraga yang tersedia. Tepat pukul setengah delapan acara utama pun dimulai, masing masing walikota mengambil tempat yang telah disediakan untuk menanam pohon dan mulai mencangkul  serta memperkenalkan pada awak media tentang keunikan dan khasiat pohon khas daerahnya.

Hari ini Taman Singha telah menjadi saksi berkumpulnya para pejabat dan petinggi pemerintahan , semoga kelak pohon yang ditanam bisa tumbuh dan berkembang seperti tumbuh dan berkembangnya kota tempatnya berasal. (Kartiko.P)