Lingkarmalang.com, Kuliah Kerja Nyata – Sebagai langkah awal bentuk pengabdian masyarakat, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Universitas Negeri Malang atau KKN UM mengadakan survei tiga serangkai. Dinamakan survei tiga serangkai karena survei tersebut meliputi tiga pokok pendataan, yaitu identitas kependudukan, rumah tidak layak huni atau rutilahu, dan tempat mandi cuci kakus atau MCK.

Pengadaan survei tiga serangkai bertujuan untuk, pertama, memberikan data kebutuhan identitas kependudukan untuk memudahkan masyarakat mengurus administrasi. Kedua, memberikan data pemetaan lokasi rumah tidak layak huni. Ketiga, memberikan data kebutuhan MCK dan pemetaan lokasi kebutuhan MCK.

Titik sasaran survei dilakukan di Dusun Kedungrampal Kidul, Desa Sidodadi, Kecamatan Gedangan, Kabupaten Malang yang meliputi lima Rukun Tetangga atau RT, yakni RT 6, RT 7, RT 10, RT 11, dan RT 12.

Pemilihan lokasi di Dusun Kedungrampal Kidul ternyata sudah direncanakan secara matang dengan berbagai pertimbangan dan sekaligus sebagai mandat dari Kepala Desa untuk melakukan survei di Dusun Kedungrampal Kidul.

Kami berharap adik-adik KKN UM bisa membantu pemerintah desa guna memperbaharui data desa terkait data identitas kependudukan, rutilahu, dan MCK. Karena dengan begitu, desa bisa mengetahui kondisi terbaru masyarakat khususnya Dusun Kedungrampal Kidul, papar Soelan selaku Kepala Desa Sidodadi.

Sehingga latar belakang diselenggarakannya kegiatan survei oleh tim KKN UM, yakni untuk mengupdate perkembangan pertumbuhan penduduk desa tersebut.  Dengan begitu, pemerintah desa bisa merumuskan kebijakan secara cepat dan tepat sasaran.

Program survei tiga serangkai dilakukan oleh sepuluh orang yang terbagi menjadi lima tim survei. Sehingga satu tim survei terdiri dari dua orang.

Kita membentuk lima tim, karena di Dusun Kedungrampal Kidul ada lima RT. Ya, untuk memudahkan sekaligus mempercepat survei. Mengingat warga di Dusun Kedungrampal Kidul ini cukup banyak, ungkap Wasiman selaku Kepala Dusun Kedungrampal Kidul.

Kegiatan dilakukan dengan cara mengunjungi tiap rumah warga Dusun Kedungrampal Kidul . Metode yang digunakan adalah wawancara kepada kepala keluarga atau pihak keluarga yang kebetulan ada di rumah. Wawancara yang dilakukan meliputi kelengkapan atau kesesuaian identitas kependudukan seperti Kartu Keluarga atau KK, Kartu Tanda Penduduk atau KTP, dan akta, kondisi rumah layak huni berdasarkan indikator kelayakan huni, serta kepemilikan dan kondisi MCK berdasarkan indikator kelayakan MCK.

Kegiatan survei dilakukan pada pagi hingga siang hari dan dilakukan pada sore hari jika ada rumah yang ditinggal penghuninya ketika pagi atau siang hari.

Luar biasa semangatnya, meskipun dalam keadaan panas dan puasa tetap semangat. Bahkan survei bisa diselesaikan dalam waktu tiga hari dengan jumlah penduduk disini yang lumayan cukup banyak, puji Wasiman selaku Kepala Dusun Kedungrampal Kidul

Setelah melakukan survei, kemudian data tersebut direkap oleh penanggungjawab program kerja tiga serangkai KKN UM.

Berdasarkan data yang diperoleh dari survei tiga serangkai oleh KKN UM.  Jumlah kepala keluarga di Dusun Kedungrampal Kidul berjumlah 339 kepala keluarga dengan jumlah anggota keluarga sebanyak 990 orang.  Dimana jumlah penduduk yang tidak memiliki KK sebanyak 22 keluarga. Jumlah penduduk yang tidak memiliki KTP sebanyak 41 orang. Dan jumlah penduduk yang tidak memiliki akta sebanyak 605 orang.

Untuk data rutilahu ada sebanyak 8 rumah tidak layak huni di Dusun Kedungrampal Kidul, yakni 3 rutilahu di RT 7, 2 rutilahu di RT 10, 2 rutilahu di RT 11, 1 rutilahu di RT 12. Sedangkan di RT 6 tidak ditemukan adanya rutilahu.

Untuk data MCK ada 38 rumah yang belum memiliki MCK, sisanya masyarakat di Dusun Kedungrampal Kidul telah memiliki MCK dan layak pakai.

Setelah diperoleh data tersebut, diharapkan pemerintah desa mampu meningkatkan monitoring pertumbuhan penduduk dan segera mengambil tindak lanjut untuk menangani permasalahan identitas kependudukan, rutilahu, dan MCK guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.