LINGKARMALANG – Salah satu ornament pelengkap dalam dunia sepak bola kesebelasan kota  selain nama gaek pemain adalah stadionnya. Stadion, selain manjadi homebase para pemain dalam berlaga terkadang  juga menjadi salah satu ikon dan kebanggaan para supporter sepak bola kesebelasan kota.

Kota Malang bisa dikatakan sebagai surganya sepak bola di Jawa Timur. bagaimana tidak, bukan hanya terkenal dengan keloyalan supporter-nya Kota Malang saat ini juga menjaadi basecamp dari empat tim sepak Bola yang bermain di liga nasional yaitu Arema. Persema, Persikoba dan Metro FC. Walau tidak semua tim ini tidak bermain di liga satu namun tak  bisa dipungkri semua tim  tersebut telah mencetak  sejarahnya  masing-masing di persepekbolaan nasional sejak  dahulu kala.

Dalam perjalanannya mencetak sejarah di khazanah olahraga sepak bola, tak lepas ada saksi bisu yang turut menyaksikan pasang dan surutnya tim kebanggaan Kota Malang yaitu Stadion Gajayana. Stadion yang dulu pernah mengalami masa jayanya dengan penonton yang selalu membludak ini ternyata telah dibangun sejak  1924 dan rampung pada tahun 1926.

Pada awalnya stadion ini hanya mempunyai kapasitas sebanyak 5.000-10.000 orang  saja, bangunannya pun jauh berbeda dengan yang kita lihat saat ini. Tidak ada tribun – tribun tinggi yang menjaga seperti saat ini. Seiring perkembangan waktu stadion ini pun diperindah daan dibuat kokoh mengingat stadion ini pada tahun 90 an dijadikan homebase dua klub besar di Malang yaitu Arema dan Persema. Kapasitasnya pun ditambah hingga bisa menampung maksimal 35.000, dimana puncaknya stadion ini pernah menampung penonton sebanyak 25.000 penonton saat laga Arema melawan Kawasaki Frontale

Stadion yang  bisa dikatakan tertua di Jawa Timur ini tak pernah lelah melayani supporter. Walau kini klub Arema FC yang supporternya tercatat dengan pendukung terbanyak di Malang bergeser ke stadion Kanjuruhan, Namun nyawa dan semangat fans sepak bola yang pernah berkunjung ke stadion ini masih terasa. Entah siapapun yang nantinya akan berjuang di stadion ini, dan siapapun yang kelak berjuang menjadi pemain kedua belas tolong jangan lupakan sejarah ini dan jaga cagar budaya yang bernama Stadion Gajayana ini.  (Prasetyo.K)