Lingkarmalang.com, Singosari – Seakan sudah geram dengan berbagai tempat wisata yang bertemakan warisan sejarah. Kabupaten Malang mulai mengusulkan Singosari sebagai KEK wisata. KEK yang dimaksudkan disini bukan kek yang berfungsi untuk mengganjal roda belakang yang lumrah dibawa sopir truk di pinggiran pabrik gula Kebonagung. Melainkan KEK yang dikutip tersebut merupakan singkatan dari Kawasan Ekonomi Khusus.

Sedikit pengetahuan untuk Nawak-Nawak Lingkar Malang mengenai KEK. Kawasan Ekonomi Khusus merupakan kawasan yang dibentuk untuk menjadi pintu khusus antara pengusaha dalam negeri dan pengusaha luar negeri. Namanya juga pintu khusus pastilah memiliki perlakuan khusus bagi pengusaha yang memakainya. Beberapa kemudahan yang diberikan lumrahnya yaitu kemudahan pajak, kemudahan kepabeanan dan kemudahan prosedur.

Nantinya Singosari akan di jadikan Kawasan Ekonomi Khusus di bidang pariwisata. Jadi jangan membayangkan Singosari yang memiliki berbagai warisan berupa stupa dan candi akan di jadikan kota industri yang dipenuhi berbagai gudang seperti Batam. Melainkan akan ditonjolkan sisi pariwisatanya. Misalnya nanti akan dimudahkan impor bahan dasar pembuatan topeng yang nantinya juga dapat kemudahan sewaktu ekspor topeng yang sudah jadi.

Untuk hal itu pemerintah Kabupaten Malang sudah menyiapkan lahan seluas 200 hektar yang berada di 3 desa. Nantinya lahan yang ada di desa Langlang, Klampok dan Purwosari akan dibuat layaknya kota yang sudah terintegrasi. Ada tempat pendidikannya, tempat pariwisata, hotel dan juga fasilitas kesehatan seperti rumah sakit. Tentunya kesemuanya itu akan di bangun dengan berstandar internasional, karena memang memiliki pangsa pasar warga internasional.

Kok ya ndilalah-nya ada tol Mapan yang menghubungkan Malang, Pandaan dan juga tol lain. Hal ini berarti secara tidak langsung Singosari memiliki kemudahan akses untuk pendatang yang dari Surabaya ataupun bandara Abdul Rachman Saleh. Nantinya konsep se-mbois ini akan teraplikasikan di tahun 2018, saat ini masih mengurus dibidang perijinan dan kelengkapan administratif. Semoga cepat tercipta konsep yang keren ini, dan sembari menunggu Pemerintah Kabupaten Malang mengurus administrasi alangkah baiknya Nawak-Nawak Lingkar Malang juga bersiap-siap. Mungkin dengan membuat modifikasi usaha yang nantinya dapat memiliki daya saing kelas Internasional misalnya. (Rohman)