Air Kran Siap Minum Kota Malang

LINGKARMALANG – Air merupakan kebutuhan setiap orang tanpa terkecuali. Seperti halnya makhluk lain begitu juga dengan traveler. Pasti memasukkan air dalam daftar kabutuhan selama perjalanan. Nah kali ini Lingkar Malang akan memberikan sedikit pembahasan terkait air siap minum di beberapa titik di kota malang. Info ini sangat bermanfaat bagi para backpacker yang mewajibkan dirinya untuk jalan-jalan dengan budget minim.

Seperti halnya kota besar lain yang menjadi tujuan wisata kota atau akrab dipanggil city tour Malang dengan intensitas pengunjungnya yang kian lama kian melonjak ini memberikan fasilitas lebih bagi para pengunjung dari luar kota dan luar Negara. Layaknya di singapura, Kuala Lumpur dan Denpasar, Malang juga memiliki keran air siap minum gratis bagi para pengunjung kota bunga ini. Di kawasan pedestrian Jl. Ijen yang setiap minggu diadakan kegiatan car free day ini misalnya ada sekitar 4 kran air yang disebar di berbagai sudut jalan untuk memfasilitasi para pejalan kaki.

Air Kran Siap Minum Kota Malang

Entah pejalan kaki yang ikut car free day atau pejalan kaki yang berstatus sebagai pengunjung kota dingin. Fasilitas keran air di Jl. Ijen ini seperti halnya fasilitas kran air minum gratis di sigapura yang berwarna aluminium. Dan ada 2 pancuran dari setiap titiknya, pancuran dari atas untuk pengambil air yang membawa botol dan pancuran air pendek yang menghadap keatas bagi peminum air langsung tanpa botol dan gelas. Opsi kedua memang tidak lumrah di Indonesia tapi jika anda berkunjung ke Universal Studio Singapura sangat wajar bagi bule eropa untuk meminum dengan cara tersebut.

Namun tidak seperti di Negara lain yang menyediakan air minum gratis dengan bertuliskan 3-5 bahasa. Di sepanjang jalan ijen fasilitas minum tersebut hanya bertuliskan “kran air minum” di atas papan bercat kuning. Hal ini sangat kontras dengan papan notifikasi lain, yang biasanya ditulis di atas papan bercat biru. Selain warna papan yang seakan memberikan peringatan bukan pengumuman di tempat pengambilan minum gratis ini tidak memberikan informasi dalam bahasa lain. Dengan papan yang seseram itu dalam bahasa internasional dan tidak memberikan informasi dalam bahasa internasional seperti bahasa inggris menjadikan tempat minum ini kurang peminat. Hal ini sangat di sayangkan dengan adanya miss communication menjadikan para traveler yang membutuhkan fasilitas tersebut tidak berminat. Namun terlepas dari kekurangan tersebut fasilitas ini sangat inovatif dan patut diacungi jempol. Tak hanya acungan jempol para warga Kota Malang juga wajib untuk sumbangsih menjaga fasilitas gratisan ini. (PungkasPung)