LINGKARMALANG – Taman rekreasi yang dahulu sangat lumrah dikunjungi pendatang ke daerah Malang yaitu Taman Rekreasi Sengkaling. Memang untuk piknik di era 90-an hanya ada tempat wisata tersebut. Dengan membawa rantang dan karpet sebagai gear wajib yang dibawa saat piknik bersama keluarga diera itu. Padahal pada saat itu Taman Rekreasi Sengkaling hanya menyediakan patung-patung hewan dengan kolam renang yang dilengkapi satu sampai dua wahana kolam renang. Namun beberapa hal tersebut dapat menjadi daya tarik pengunjung untuk memadati destinasi yang terletak di Kecamatan Dau Kabupaten Malang.

Lain dulu lain pula sekarang, seiring tren selfie untuk memenuhi beranda akun sosial media pada era globalisasi. Masa kejayaan Sengkaling pun mulai tergerus. Perlahan-lahan taman rekreasi yang dulu diidam-idamkan sebagai destinasi di hari libur ini tersingkirkan dari peredaran. Meskipun kini sudah ditambahkan wisata kuliner dan berbagai wahana yang beroperasi pada malam hari sebagai aksen pemanis. Namun hal tersebut masih dinilai kurang manis oleh sebagian warga Malang yang notabene sebagai pangsa pasar Sengkaling ini. Masih kalah bersaing dengan wisata air sekelas water park atau wisata dengan puluhan wahana yang akhir-akhir ini memang menjadi memang menjadi objek wisata maskot di Malang.

Sebenarnya jika pihak pengelola mau memberikan inovasi bisnis pariwisata Taman Rekreasi Sengkaling masih sangat layak untuk dikunjungi. Selain dengan lokasinya yang sangat strategis dengan stok air yang melimpah sangat memungkinkan untuk menjadi jujukan wisatawan sekitar Malang.

Selain itu dengan memberikan konsep mengembalikan memori generasi 90-an keatas, agaknya dapat menjadi konsep andalan yang dapat disodorkan. Dengan memasarkan kerupuk raksasa yang konon menjadi oleh-oleh andalan Sengkaling saja sepertinya sudah dapat mengembalikan refleksi memori generasi X. (Pungkas.P)