IG @cikita.ciki

Sempol merupakan salah satu makanan yang mulai naik daun, setelah booming-nya makanan pedas yang berasal dari ibukota. Nah kali ini lingkar malang mau mengulas sempol, entah kenapa akhir-akhir ini mulai merebak para penjual sempol. Sempol merupakan jajanan yang bisa dibilang khas malang. Sempol malang ini merupakan makanan yang mulai berkembang pesat di pertengahan tahun 2015. Abang-abang yang biasanya jualan cilok bakar ataupun cilok salome yang biasa mangkal di pinggir jalan kini mulai banyak beralih profesi menjadi penjual sempol.


Seperti halnya penjual street food pinggir jalan lainnya, penjual sempol juga sangat mudah di temui di tempat wisata ataupun di samping gerbang sekolah. Dan juga di tunjang dengan harganya yang lumrah untuk kantong tipis membuat para peminat sempol ini semakin banyak. Bahkan ada sempol yang dikombinasikan atau di berikan efek kreatif, seperti sempol kremes yang biasa mangkal di bawah jembatan layang arjosari atau sempol jumbo yang harganya 2000an yang sangat banyak kita temui disekitaran kampung warna.
Oh iya bagi para pembaca luar malang pasti penasaran banget nih wujud dan bentuk sempol kayak gimana. Kalau wujudnya sih bisa di liat di gambar deskripsi, lebih spesifiknya sempol ini bentuknya kayak nuget yang di tusuk sama bambu dan berbalut telur goreng. Namun nuget yang saya bilang itu terbuat dari semacam cilok yang berisi tulang dan otot sapi yang di giling halus. Kebayangkan nikmatnya apalagi kita ngeliat juga proses gorengnya yang kebanyakan tidak memakai wajan penggorengan melainkan memakai panci. Hal ini dimaksudkan untuk mengawetkan suhu jika tertutup agar abang yang jualan gak harus manasin penggorengannya lagi. sekian review lingkar malang tentang street food khas malang.(pungkaspung)