Lingkarmalang.com, Jembatan Soehat Malang – Ada yang baru di Kota Malang beberapa waktu lalu yang sempat menerangkan setiap mata memandang saat malam hari, ya, jajaran lampu LED di jembatan Soekarna Hatta Malang. Rasa capek dan kesal akibat macet di kawasan tersebut mungkin bisa sedikit terobati tatkala kalian memandang pancaran lampu warna warni di jembatan yang berusia 30 tahun ini sembari menunggu lampu lalu lintas berwarna hijau. Jembatan yang lebih dikenal dengan nama jembatan Suhat ini menjadi lebih terang dan eksotis di kala malam.

Pemasangan lampu LED oleh Dinas PU ini merupakan proyek uji coba sekitar satu bulan guna menguji kemampuan lampu LED itu sendiri. Hasil ini tidak lain juga sebagai langkah sistematis untuk membuat Kota Malang jadi lebih indah. “Bagus, inovatif, tapi kadang pengguna jalan menjadi tidak fokus karena terpana dengan keindahan lampu”, ungkap Nizar, salah seorang pengendara roda dua yang sering melintasi kawasan tersebut. Kawasan yang terkenal sangat padat oleh aktivitas kendaraan ini menjadi ikon spot foto baru terlebih di malam hari. Masyarakat seakan tersihir oleh gemerlapnya lampu dan melupakan buah bibir media beberapa tahun lalu yang menyebutkan jembatan ini mengalami pengurangan kemampuan fungsi.

Suasana dan wajah baru jembatan yang berada di depan gerbang belakang Universitas Brawijaya ini tentu memberikan dampak positif maupun negatif. Positifnya jalanan disekitar jembatan semakin terang sehingga arus lalu lintas sedikit lebih lancar, pemandangan malam hari semakin menyegarkan mata dan pikiran yang mana hal ini akan cocok sebagai obat bagi penikmat lelah setelah bekerja dan macet, dan tentunya Malang menjadi bercitra positif baik dari kalangan dalam maupun luar karena semua orang menikmati.

    Dampak negatifnya, lagi-lagi demi menuruti trend media sosial masyarakat menjadi nekat untuk beradu gaya demi mendapatkan hasil foto terbaik. Meskipun aksi pengambilan foto ini sering dilakukan saat dini hari tetap saja berbahaya melihat lokasi jembatan yang berada di perempatan dan ramai oleh lalu lintas kendaraan. Pengendara yang lalu lalang juga menjadi terganggu apabila ada yang foto-foto di tengah jalan, akibatnya arus lalu lintas menjadi ikut goyah. Kebiasaan yang cukup beresiko ini cepat atau lambat akan menular kalau individu itu sendiri tidak bisa menahan egonya. Sayang Malang boleh, yang penting utamakan keselamatan.

Oleh: Halla Ima Pertiwi