Lingkarmalang.com, Bokor Turen – Rumah sakit merupakan unsur yang paling penting bagi kehidupan warga. Akhir-akhir ini banyak rumah sakit baru yang dibangun di Malang Raya. Hal tersebut dapat menjadi nilai plus untuk warga Malang Raya, dengan begitu masyarakat tidak perlu jauh-jauh untuk hanya sekedar menikmati fasilitas kesehatan yang layak.

Jika kita tarik mundur kebelakang pastinya saat zaman penjajahan. Apakah ada rumah sakit yang menangani kesehatan masyarakat? Jika dilihat dari historisnya kita patut memberikan apresiasi pada rumah sakit umum Bokor yang ada di Kecamatan Turen. Karena rumah sakit tersebut sudah bersedia menjadi tempat pelayanan kesehatan sejak 28 juni 1938.
Awal mula pembangunan rumah sakit tersebut digagas oleh yayasan non profit bernama Yayasan Pelayanan Kesehatan Bala Keselamatan. Yayasan tersebut berasal dari London yang menjejakkan kaki di Indonesia pada tahun 1894. Yayasan yang bernama Salvation Army ini bertujuan untuk memberikan kasih kristus untuk sesama. Niat baik tersebut akhirnya mendapat ijin dari Gubernur Hindia Belanda yang pada saat itu dijabat oleh Gubernur Jendral Van Der Wijk. Dengan adanya izin dari sang penjajah berarti beberapa anggota Salvation Army yang saat itu masih beranggotakan 2 orang sudah terjamin keamanannya.


Setelah mendapat izin, kedua perintis tersebut mulailah berjalan ke arah Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur. Hingga sampai  pada daerah Malang. Sebetulnya di Malang sendiri ada dua rumah sakit yang mereka bangun, Rumah Sakit Bokor dan Rumah Sakit Mardi Waluyo. Jika dilihat dari beberapa pertempuran yang tercatat dalam buku-buku sejarah. Sepertinya Rumah Sakit Bokor lebih memiliki peran penting. Selain letaknya yang lebih dekat dengan wilayah perbatasan Malang dan Lumajang, notabene di Desa Pagedangan yang hanya berjarak kurang lebih 1 Km ini ada basis pertahanan militer. Jadi jika ada korban saat melawan penjajah pasti diangkut ke Rumah Sakit ini.


Dahulu lokasi rumah sakit berbeda dari lokasi sekarang. Lokasi lama lebih menjorok ke perbatasan kecamatan Turen dan Dampit. Untuk menandai lokasi tersebut warga sekitar menamakan kampung menuju rumah sakit dengan Jalan Rumah Sakit Lama. Sangat berbeda memang, lokasi tersebut dengan lokasi saat ini yang lebih dekat dengan pasar. Mungkin agar lebih strategis untuk membantu para warga yang sakit.