Kalau kita berbicara kebun teh pasti kita langsung terarah ke kebun teh Wonosari. Kebun teh yang terletak di kaki gunung Arjuno tersebut memiliki sejarah panjang yang tak terlepas dari cerita penindasan pada masa kolonial Belanda. Sejarah panjang tersebut berawal dari tahun 1875 yang ditengarai oleh perusahaan Belanda bernama NV. Cultur maathappy. Pada tahun tersebut kebun teh Wonosari menjadi satu-satunya kebun teh yang berdiri di jawa timur. Hal ini menyebabkan kebun teh Wonosari mendapat julukan kebun teh pertama di Jawa Timur.

Sumber Instagram (@yearmathovany)
Sumber Instagram (@yearmathovany)

Bertahun-tahun setelah perusahaan Belanda tersebut beroperasi tepatnya pada tahun 1910 sampai Belanda hengkang dari negeri ini pada tahun 1942 kebun teh Wonosari menambah hasil kebunnya menjadi teh dan kina. Setelah Belanda pergi meninggalkan indonesia maka datanglah Jepang yang memiliki misi swasembada pangan untuk masyarakat jajahannya. Otomatis hasil bumi kebun teh tersebut di tambah menjadi aneka makanan pokok, seperti umbi singkong, ubi, kentang dan lain sebagainya. Dan ketika Indonesia bebas dari masa penjajahan kebun teh ini diambil alih oleh PT. Perkebunan Nusantara XII sampai saat ini. Bagi perusahaan terebut dengan melihat ketinggian lokasi dan kelembapan tanah maka kebun yang dahulunya dialih fungsikan menjadi berbagai tanaman kini di fokuskan menjadi kebun teh, kopi, dan berbagai tanaman lainnya.

Sumber Instagram (@jack_putra03)
Sumber Instagram (@jack_putra03)

PTPN XII selain menjadikan kebun tersebut menjadi perkebunan yang menghasilkan produk yang sudah berkemas dengan nama Teh Rolas, kebun ini juga diolah menjadi agro wisata yang tentunya sangat layak untuk di kunjungi. Selain pemandangannya yang sangat epic berlatarkan gunung Arjuno dan City Viewnya kota Malang, Singosari dan Lawang. Juga ditunjang dengan suhunya yang dingin membuat betah dan ingin berlama-lama mengunjungi agro wisata teh tersebut. Sangat di sarankan bagi anda yang mulai stres dengan hiruk pikuk perkotaan untuk ber-refreshing sejenak dengan menginap beberapa hari di vila atau hotel yang ada di sekitar kebun teh ini.

Beberapa sejarah panjang yang Lingkarmalang ceritakan secara singkat tersebut dapat menjadi referensi tambahan dan juga dapat menjadi pembelajaran bagi para wisatawan yang akan mengunjungi agro wisata kebun teh ini tentunya. jadi kita dapat melihat kebun teh dan pabrik nya sekaligus mengerti sejarah dari pabrik tersebut. Seperti halnya pabrik pada masa kolonial Belanda di pabrik teh ini juga memiliki model yang kurang lebih sama dengan pabrik seangkatannya. Yaitu berbentuk persegi dan memiliki model yang lebih didominasi besi baja yang cukup besar.(Pungkas)