LINGKARMALANG – Tak dapat dipungkiri selain sebagai kota jujugan wisata pada masa kini,Malang merupakan salah satu kota yang sangat strategis pada masa lalu. Salah satu yang menjadi bukti malang sebagai kota strategis terbukti pada banyaknya monumen yang terbangun di kota bunga ini. Monumen tersebut terbangun bukan tanpa sebab, salah satu monumen yang terbangun sebagai penegasan bahwa Malang merupakan objek vital yaitu monumen pahlawan trip yang terletak di persimpangan jalan ijen dan jalan pahlawan trip.

Sejarah Pahlawan TRIP Malang sangat kelam sebetulnya. Pada awal berdirinya TRIP pada masa penjajahan diawali pada tahun 1946. Tentara Republik Indonesia Pelajar sendiri terdiri dari beberapa batalyon. Salah satunya Batalyon 5000 Malang yang bertanggung jawab atas karesidenan malang secara khusus. Kejadian berawal tepat pada 21 Juli 1947, pada saat itu Belanda melakukan penyerangan terhadap Indonesia yang dikenal sebagai agresi militer pertama. Di Jawa Timur sendiri agresi militer belanda sendiri di awali dari Besuki kemudian merangsek masuk ke arah malang. Sebelum masuk ke Malang melalui Lawang para TRIP sudah mengantisipasinya dengan membumihanguskan gedung-gedung yang memiliki fungsi strategis.

Setelah melakukan pembakaran pada gedung-gedung vital yang ada tentara berpencar menjadi 2. Kelompok pertama berusaha untuk melakukan perlawanan pada konvoi tentara kolonial, sedangkan regu lain berusaha untuk meminta bantuan pada warga malang yang ada di sebelah selatan. Tiga hari setelah kedatangan tentara kolonial yang dikenal sebagai KNIL tepatnya pada tanggal 23 juli 1947 mulai masuk Lawang. Tembak menembak terjadi oleh pasukan TRIP dari perbatasan sampai masuk pada jalan salah satu jalan yang ada di sekitar lapangan pacuan kuda. Dahulu jalan tersebut dikenal sebagai jalan salak namun sekarang dikenal sebagai jalan pahlawan TRIP. Penyerangan dilakukan dari selatan menggunakan tank dan melindas semua pejuang TRIP yang ada didepannya. Maka dari itu di depan Museum Brawijaya ada tank yang mengarah ke Monumen TRIP untuk memperingati hal tersebut. (Pungkas.N)