LINGKARMALANG – Agama merupakan salah satu unsur pembentuk peradaban, dengan agama suatu daerah dapat menyerap informasi yang belum tersampaikan. Tak jarang setelah adanya agama suatu daerah dapat menyusun peradabannya sendiri. Salah satu saksi bisu kejayaan yang terbangun setelah adanya agama adalah tempat ibadah. Nah kali ini lingkar malang akan membuat ulasan tentang Masjid Jami’ Malang yang tak dipungkiri menjadi masjid tertua di Kota Malang.

Awal mula pembangunan Masjid Jami’ yang terletak di sekitar Alun-alun Merdeka ini terlaksana pada tahun 1890 M. Pada saat itu entah pemerintah kolonial memang memberikan hak beragama pada pribumi atau memang ada permintaan dari warga pribumi. Adanya unsur pemerintah dalam pembangunan masjid ini dapat disimpulkan karena tanahnya berstatus tanah goepernemen. Tanah Goepernemen adalah tanah yang dimiliki pemerintah kolonial. Diatas tanah seluas 3.000 meter persegi ini dibuatlah masjid.

Pembangunan kedua dilakukan pada tahun 1903 M. Tepatnya pembangunan dilakukan selama 7 bulan, dimulai bulan maret 1903 sampai september 1903. Pada saat itu mulai ada inspirasi pembangunan yang mencampurkan unsur Budaya Arab dan Jawa. Mungkin para pedagang Arab yang menjadi pembawa agama islam mulai banyak di daerah malang. Pada awal pembangunannya masjid jami’ malang tidak hanya menjadi tempat ibadah. Namun juga menjadi sarana diskusi masalah sosial, ekonomi dan budaya.

Pasalnya masjid ini terletak di lokasi yang sangat strategis. Diapit oleh Bank Mandiri yang dahulu bernama Bank Bumi Daya dan Asuransi Jiwasraya. Di bagian depan pun ada alun-alun yang menjadi tempat diskusi akbar atau sekedar urusan transaksional. Menjadikan arti masjid di era tersebut tidak melulu untuk memberikan konsep-konsep kehidupan agama. Dengan adanya sejarah panjang tersebut menjadikan para ta’mir sampai saat ini masih eksis. Tidak hanya dakwah secara offline saja, ada beberapa dakwah online berbasis website dan radio juga dapat di simak Nawak Lingkar Malang. (Pungkas.N)