IG @sambrokoko_

LINGKARMALANG – “Ke Malang yuuk, ada banyak tempat wisata disana… ada museum angkut, Coban rondo, dan apel malangnya yang terkenal” sekelumit kalimat serupa tidak jarang kita temukan di berbagai artikel travelling yang mengulas wisata di malang.  Cobalah ketik “ wisata malang” di beberapa  mesin pencarian internet yang terkenal dan buktikan sendiri.

Kota Batu memang sering diidentikkan dengan kota Malang begitupun sebaliknya, meski masing-masing kota tersebut memiliki wilayah administratifnya sendiri. hal ini bukan tanpa alasan, Karena rekaman sejarah mencatat  bahwa bertahun-tahun yang lalu kota yang sering diisebut sebagai de kleine of zwissterland ( swiss kecil di pulau jawa) ini memang satu kesatuan dengan wilayah Kabupaten Malang.

Sejak ditetapkannya Kota Batu sebagai kotatif atau Kota administratif pada tahun 1993, perjuangan pemerintah setempat untuk terus meningkatkan statusnya sebagai kota yang mandiri tak pernah padam. Di  tahun 1999 Dengan menggunakan senjata pamungkas undang-undang  no 22 tahun 1999 tentang  pemerintahan daerah, pemerintah Kota Batu saat itu mengajukan untuk merubah status Kota Administratif berubah menjadi Kotamadya.

Bagaikan gayung yang bersambut, pada tanggal 28 Mei 2001 Ketua komisi II DPR-RI  mengangkat status Kota batu menjadi Kotamadya. Alhasil mulai saat itu Kota Batu bersama dengan 11 kota yang lain turut meramaikan era otonomi daerah yang sedang digadang-gadang oleh pemerintah republik Indonesia.

Semangat Kota Batu yang telah berhasil mewujudkan cita-citanya untuk mandiri rupanya enggan padam. Tidak hanya puas dengan status sebagai Kotamadya, si Swiss kecil ini ingin berkembang dengan pesat. Kali ini pariwisata yang menjadi targetnya, tidak bisa dipungkiri sektor wisata kota Batu memang agak melemah pada akhir 2006, banyak hotel, penginapan, maupun restoran yang terancam gulung tikar. Namun tak kalah akal, Eddy Rumpoko yang menjabat sebagai walikota saat itu melakukan banyak inovasi dan terobosan untuk memperthanakan para investor tetap bertahan dan terus menjalankan usahanya. Mulai dari mempersilahkan swasta membangun berbagai wahana wisata keluarga hingga merevitalisasi fasilitas umum dan lokasi wisata alam dijadikan startegi untuk mendongkrak wisatawan mampir ke Kota yang ia pimpin.

Selalu ada hasil yang memuaskan dari setiap keringat yang diteteskan, tidak hanya bisa dikatakan berhasil, Batu kini telah bersinar menjadi Kota wisata jujukan setiap wisatawan baik dalam dan dan luar negeri .