Lingkarmalang.com, Malang – Hujan memang menjadi dilema, selain membawa berkah terkadang juga membawa musibah. Sebagai kota dingin dengan intensitas curah hujan yang cukup tinggi, polemik jalan berlubang di Kota Malang sepertinya bukan menjadi persoalan yang asing lagi. Beberapa jalan berlubang akan lebih sering ditemui di beberapa titik di Kota Malang terlebih saat musim penghujan seperti sekarang ini. Dilansir dari beberapa sumber, faktor penyebab jalan raya berlubang bisa disebabkan karena faktor alam yaitu hujan maupun kualitas aspal itu sendiri.

    Pengamatan terkini dari Lingkar Malang sendiri beberapa hari yang lalu ada lubang besar dengan kedalaman sekitar 40 cm dengan diameter sekitar 1 meter di kawasan Jl. Gajayana, Malang yang menyebabkan aktifitas lalu lintas menjadi lambat, karena arus kemacetan yang meningkat di kawasan tersebut. Para petugas PU memang terlihat memasang rambu dan segera menambal lubang tersebut, eh lah kok sore harinya di hari yang sama rambu sudah dilepas lantaran penambalan selesai dan jalan sudah bisa dilalui dengan normal. Tetap berpikir positif bahwa jalan sudah “sehat” kembali, ketika keesokan harinya dilewati jalan yang sama rupanya jalan kembali ambles di titik yang sama pula. Entah ini karena faktor pengerjaan yang terburu buru, kualitas aspal, atau karena diguyur hujan. Kawasan tersebut memang setiap harinya ramai dilalui berbagai jenis kendaraan.

    Problematika jalan berlubang ini menjadi salah satu PR penting bagi pemerintah Kota Malang karena dampak yang ditimbulkan memang sangat terasa. Lalu lintas terhambat, kenyamanan pengguna jalan terganggu, kemacetan meningkat, serta kecelakaan semakin rawan, apalagi kalau malam hari dengan kondisi penerangan jalan yang kurang begitu maksimal. Jangan hanya mengandalkan kecepatan dalam menambal namun juga harus memilah kualitas aspal yang baik serta proses pengerjaan yang tepat guna. Selain hujan sebagai musuh alami jalan cepat rusak, kendaraan angkutan berat yang sering melintas juga menjadi salah satu penyebabnya sehingga kualitas aspal yang baik sangat diperlukan.

Oleh: Halla Ima Pertiwi