LINGKARMALANG – Kesan sampah yang tak berguna sepertinya perlu ditinjau kembali, sampah yang dulunya hanya bisa berakhir di tong kuning depan rumah ternyata bisa menjadi berkah untuk kita semua. Opini  ini saya simpulkan selepas menemui dan bercengkerama bersama dengan sekelompok pencinta alam Universitas Brawijaya yang bernama IMPALA UB.

Mereka menamai project ini dengan nama Bank Sampah UB. Bagi Nawak Ngalam yang belum tahu, Bank Sampah salah satu sebuah sistem dimana sampah dipilah dan dikumpukan ke dalam suatu tempat yang teroganisir, dan orang yang menyetor akan mendapatkan keuntungan yaitu sampahnya akan dibeli oleh pelaku Bank Sampah. Program yang dijalankan inipun serupa dengan mekanisme bank, dimana ada nasabah (penyetor sampah) dan ada buku tabungan pula untuk mencatat setiap tabungan sampah yang disetorkan.

Sebenarnya konsep ini sudah berjalan di Malang cukup lama juga, tapi untuk membawanya ke kampus dan menjadikan sebuah project tersendiri, bisa dikatakan Univeritas Brawijaya adalah pelopor pertama bukan hanya di Malang melainkan di Indonesia. Walau hingga kini peminat yang mendaftarkan sebagai nasabah baru sedikit, namun itu sama sekali tidak menyurutkan gerombolan aktivis lingkungan ini untuk selalu mendengungkan kampanye Brawijaya bebas sampah.

Sosialisasi demi sosialisasi kerap dilancarkan pemuda dan pemudi IMPALA UB kepada para penghuni kampus. Bukan hanya mahasiswa dan mahasiswi yang menjadi sasaran, para penjual dan penjaja makanan di Kantin Universitas tak luput jadi incaran marketing Bank Sampah UB. Bagi mereka, Bank Sampah adalah solusi dari 2 hal yang berbeda yaitu ekologi dimana lingkungan nanti akan lebih bersih tanpa sampah yang berserakan, dan ekonomi Karena dengan adanya Bank Sampah maka sedikit banyak barang yang dulunya dianggap tidak terpakai ternyata bisa bernilai rupiah. Jadi sebenarnya tidak ada alasan untuk tidak gabung dan mendukung Bank Sampah.

Nah bagi Nawak Ngalam yang kebetulan sedang menimba ilmu di Univeritas Brawijaya jangan lupa untuk gabung dan mendukung Bank Sampah UB dengan menjadi nasabah Bank Sampah yang aktif. Kapan lagi medukung lingkungan dan mendapat untung dalam waktu yang bersamaaan. (Kartiko.P)