LINGKARMALANG – Jika berbicara kisah asmara Ken Arok dan Kendedes maka para nawak-nawak malang sudah pasti berfokus pada kerajaan Singosari. Dari kisah asmara mereka berdua ibarat cinta terlarang yang ceritanya turun dari mulut ke mulut masyarakat jawa. Ibarat film yang memiliki narasi salah satu narasi awal mula percintaan terlarang kedua insan yang menjadi orang penting di dalam kerajaan Singosari yaitu saat Kendedes sedang mandi dan Ken Arok melihat kemolekan badan Kendedes . kejadian tersebut terjadi di sebuah petirtaan atau pemandian yang bernama Watu Gede. Hingga saat ini pemandian yang menjadi awal kisah 2 insan tersebut masih ada.

Pemandian Watugede sendiri di kalangan warga kecamatan Singosari dikenal sebagai nama sebuah desa. Jika anda dari arah Kota Malang akses menuju desa Watugede yang memiliki situs petirtaan ini cukup mudah dijangkau. Nawak-nawak malang dapat bertanya di sekitar stasiun Singosari yang terletak di sebelah Polsek Singosari. Awalnya situs Watugede sendiri baru di temukan pada tahun 1925 oleh arkeolog yang berasal dari Belanda. Situs pemandian yang kalah terkenal dengan kolam renang kendedes ini cenderung sudah tidak terawat. Hiasan kawat berduri yang mulai berkarat di pagar depan dan papan nama yang sudah rapuh dimakan usia ini sebagai tanda kurangnya perawatan di situs ini.

Keunikan di pertitaan ini adalah mata air yang tidak berhenti mengeluarkan air meskipun musim kemarau panjang. Mungkin karena ditunjang dengan adanya beberapa pohon besar yang biasa disebut dengan pohon Pelo oleh warga sekitar. Selain sumber mata air yang tidak berhenti juga ada beberapa tempat pemujaan untuk pemeluk agama hindu. Seperti kolam yang masih mengeluarkan air dengan debit yang teebilang cukup besar. Disalah satu tangga kolam ada tangga yang memiliki lubang dengan jarak beraturan yang disebut Watu Dakon untuk melihat waktu. Jika nawak-nawak malang penasaran dapat mengunjungi situs ini dengan cara mengisi buku tamu saja tanpa tiket masuk. (Pungkas.P)