Pagi itu bulan 7 taun lalu, pengalaman pertama mendaki gunung.. Kami asli anak Malang Selatan, kami cuma berlima dua cewek satu diantaranya adalah saya dan tiga cowok satu diantaranya adalah cowok saya.. perjalanan kami tempuh sekitar 2.5 jam dari arah Bululawang menuju Ranupani.. 2.5 jam yang cukup melelahkan karena motor yang saya tunggangi tak bersahabat dijalan yang menanjak karna saya dibonceng dengan motor bebek belum lagi tas karier dan perlengkapan didalamnya membuat muatan di motor saya sangat berat.. meski cukup melelahkan, diperjalanan mata saya tak hentinya berbinar memandangi hempasan pemandangan yang disungguhkan Tuhan dengan begitu sempurnanya.. “ini nyata bukan lukisan buatan manusia” batin saya.. pepohonan hijau menjulang di kanan-kiri perjalanan serta terlihat jelas dari jalan yang kami lewati berbaris kokoh bukit-bukit Teletubbies dan lautan pasir menuju Gunung Bromo, pemandangan luar biasa disertai hembusan udara yang mulai menusuk tulang membuat suasana perjalanan semakin romantis..

10.30 kami tiba di pos Ranupani, kami langsung menuju tempat pendaftaran serta menyerahkan beberapa persyaratan, 11.30 kami brefing, 12.30 kami tepat berada di bawah gapura “Selamat Datang Pendaki Gunung Semeru” tak lupa kami berlima berdoa semoga Tuhan selalu melindungi perjalanan kami.. canda tawa diperjalanan menuju Ranukumbolo membuat perasaan lelah bercampur menjadi semangat.. sesampainya di pos 2 perjalanan mulai berkabut, sorotan lampu-lampu senter ataupun headlamp menjadi sahabat kami menemani selama perjalanan.. 16.30 kami tiba di pos 4, kaki saya sejenak mematung “Tuhan.. ini kah salah satu surga ciptaan-Mu yang ada di dunia?” batin saya.. Yaa, Ranukumbolo sudah terlihat jelas dari pos 4.. waktu itu airnya berwarna hijau diselimuti pepohonan yang mengitari ditambah kabut-kabut tipis yang mencoba mempermanis Ranukumbolo.. dari kejauhan tampak puluhan tenda sudah bersiap menikmati malam harinya Ranukumbolo, langkah kaki saya percepat agar segera tiba ditempat mendirikan tenda.. 17.30 kami tiba di bibir danau, matahari lambat laun mulai meninggalkan senja, tenda sudah berdiri dengan kokohnya dan beberapa makanan sudah siap untuk kami santap mengingat perjalanan 5 jam yang kami tempuh cukup menguras tenaga kami..

ranu kumbolo gunung semeru malang lingkarmalang semeru malang lumajang

Malam harinya jaket tebal serta beberapa lapis kaos yang saya kenakan ternyata masih dapat ditembus hawa dinginnya Ranukumbolo.. hawa dingin tak menyurutkan saya keluar dari dalam tenda.. kancing tenda saya buka kepala mulai saya keluarkan dan saya mendongak ke atas.. lalu tanpa berfikir panjang saya mengeluarkan seluruh tubuh saya menuju luar tenda.. dengan posisi masih mendongak ke atas seolah tak percaya dengan apa yang saya lihat, cowok saya menghampiri saya dari belakang dan membisikan sebuah kalimat “Happy Anniversary 5 tahun, sayang”.. tak terasa air mata kebahagiaan jatuh mendarat di pipi.. kebahagiaan dan rasa syukur yang saya rasakan telah disaksikan jutaan bintang yang menggantung diatapnya Ranukumbolo.. kebetulan waktu itu malam Minggu serta tepat 5 tahun saya menjalin kasih..

05.00 saya tak mau menyia-nyiakan penampakan sang mentari dari balik bukit Ranukumbolo.. “kejutan apalagi ini, Tuhan” batin saya.. sang mentari malu-malu menampakan keberadaannya, sinarnya memantul dijernihnya danau Ranukumbolo.. perlahan hawa dingin berhasil diusirnya, riuh kicauan burung serta hembusan angin tipis menambah romansa Minggu pagi..

By : @diannurps (IG)
Taken : Ranukumbolo 2300mdpl