Lingkarmalang.com, Kedung Darmo – Malang surganya air terjun memang dapat diklaim seperti itu, berbagai air terjun yang mengalir dari ketinggian ataupun mengelucur dari batu yang menyerupai anak tangga ada di Malang. Salah satu air terjun yang hanya mengelucur di susunan batu yang menyerupai anak tangga yaitu Coban Kedung Darmo.

Coban Kedung Darmo terletak di desa. Jika anda dari arah Malang Kota dapat mengikuti arah menuju Kecamatan Bantur yang terkenal dengan Pantai Balekambangnya. Dari pasar Bantur sebaiknya anda mengurangi kecepatan kendaraan anda dan mencari Gereja Kristen Jawi Wetan di kiri jalan. Karena arah masuk ke Kedung Darmo ini berada di belakang Gereja tersebut.

Bagi anda yang mengendarai kendaraan roda empat alangkah baiknya untuk menitipkan kendaraan anda di sekitar gereja. Karena jika dibawa masuk ke jalan yang ada di samping gereja, pastinya akan sedikit riskan. Selain jalannya yang kecil dan di samping jalan tersebut hanya ada ladang tebu. Dikhawatirkan jika parkir di sana akan mengganggu warga yang beraktifitas di ladang tebu.

Setelah memasuki ladang tebu sekira 200 sampai 300 meter nanti akan menemukan kandang kambing. Di belakang kandang kambing ini lah beberapa foto view Kedung Darmo dari ketinggian di-jepret. Untuk turun tidak dapat melewati jalan tersebut, anda harus melewati jalan setapak yang ada di depan kandang kambing. Ikuti saja jalan dengan turunan yang dapat dibilang ekstrim tersebut. Sampai pada kolam yang berwarna hijau toska khas ganggang air.

Karena track yang masih sangat berbahaya dan jarak yang mewajibkan untuk jalan lumayan jauh. Sangat disarankan untuk kesini saat musim kemarau. Saat musim hujan jalan yang terjal tersebut akan sedikit licin, apalagi di jalan yang terjal tersebut sangat minim pohon. Jadinya sangat minim alat untuk berpegangan dan besar kemungkinan jatuh. Pun juga dengan jalur mendaki seperti ini sangat di butuhkan kemampuan mendaki yang lebih mumpuni. Jangan pula membawa putra putri anda. Karena pastinya akan berbahaya untuk kaki-kaki kecil mereka dalam melahap jalan setapak.