Lingkarmalang.com, kerupuk Ladu – Batu merupakan kota dingin yang tak pernah absen memberikan hiburan kepada warga jatim saat liburan tiba. Tak jarang saat setiap akhir pekan akses menuju batu dari segala penjuru dipenuhi kendaraan bernomor kendaraan luar kota. Apel hijaunya yang menjadi andalan sudah tersohor ke penjuru daerah di Indonesia.

Namun tahukah Nawak-Nawak Lingkar Malang bila akhir-akhir ini muncul panganan khas kota wisata tersebut. Nama pangan tersebut adalah Ladu. Berupa kerupuk namun bercita rasa manis. Pasti masih belum banyak yang kenal bukan? Mari berkenalan lebih jauh dengan Ladu yang katanya akan menjadi oleh-oleh khas batu.

Awalnya kerupuk yang bercita rasa manis ini populer di Dusun Kandangan Desa Gunungsari Kecamatan Bumiaji Kota Batu. Setiap hari raya Idul Fitri setiap rumah di Dusun tersebut pasti menyajikan Ladu.

Menurut berbagai sumber Ladu memiliki filosofi nama diambil dari tali seduluran, bila dibahasa indonesiakan adalah tali persaudaraan. Maka dari itu dengan tersajinya ladu setiap ada tamu yang datang diharap tali persaudaraan tidak akan putus.

Kerupuk Ladu sendiri terbuat dari beras ketan yang paling bagus, proses pembuatannya pun memakan waktu 3 hari. Karena beras ketan harus direndam 24 jam dahulu, lalu di tumbuh dengan diberikan gula sedikit demi sedikit. Bila sudah kalis adonan tersebut dijemur sehari penuh, lalu setelah itu langsung dioven dan dikemas sebelum Ladu melempem. Maka dari itu tak heran bila harga kerupuk manis satu ini sedikit lebih mahal bila anda beli di pusat oleh-oleh.

Namun daya tahan kerupuk ini jangan ditanyakan lagi, jika kemasannya masih seperti semula pasti dapat bertahan lebih dari enam bulan. Daya tahan yang lama tersebut merupakan efek dari gula sebagai pengawet alami. Jadi tidak perlu khawatir dengan efek buruk yang ditimbulkan dari bahan pengawet. Apa masih penasaran dengan rasanya? Kalau rasa memang tak dapat untuk diceritakan. Lebih mirip rasa cinta Lingkar Malang kepada Nawak-Nawak Lingkar Malang.