LINGKARMALANG – Kali ini saya mencoba tantangan yang belum saya lakukan selama bulan puasa, yaitu Jungle Trekking menyusuri hutan yang berada di kawasan lereng gunung Arjuno, Budug Asu Camp, saya bersama teman saya melakukan perjalanan siang hari, dan perjalanan kami kesana mengandalkan goggle Maps, kami start dari Malang kota dan melewati Desa Song Song yang terletak di Singosari, setelah sampai pertigaan kami dibuat bingung karena di maps kita diharuskan belok kiri tapi ada tanda arah ke kanan, akhirnya kami memilih melewati jalur kanan, setelah itu kami memasuki kawasan Balai Besar Inseminasi Buatan, setelah itu kami tiba di pos parkir Budug Asu Camp.

Kami mulai melakukan junggle trekking dari pos parkir, selama kami menyusuri hutan kami bisa melihat pemandangan indah serta terdapat beberapa ekor anjing hutan,kami pun bertemu dengan para backpacker lainnya, ditengah perjalanan kami, kami ditawari untuk menaiki ojek, tapi kami menolak karena kami ingin mencoba tantangan yang kami buat, kami menyusuri hutan kurang lebih selama 1,5 jam perjalanan, kemudian untuk naik ke puncak membutuhkan waktu 1/2 jam, ditengah perjalanan kami ke puncak, kami bisa melihat keindahan kota Malang dan sekitarnya, akhirnya kami sampai di puncak dan kabut pun mulai menyapa kami, dipuncak kami bertemu dengan crew MNC TV yang sedang syuting.

Di puncak terdapat 1 warung dan mungkin satu-satunya yang berada disana, untuk minuman Aqua 1L dengan harga 6rb menurut saya sudah murah, dan di warung tersebut menjual kaos Budug Asu, dan pada saat itu hujan pun mengguyur kami, setelah ½ jam berlalu hujan pun reda, akhirnya saya mencoba keluar dari warung sendiri karena kondisi teman saya masih lelah, saya mulai berkeliling melihat pemandangan sekitar, meskipun tertutupi kabut, saya masih bisa bersyukur karena terdapat pemandangan tersendiri, akhirnya saya mencoba berfoto di spot yang biasa dikunjungi oleh para backpacker, yaitu spot yang terdapat kayu berbentuk wajah anjing, untung di sana terdapat kayu yang bisa dibuat sandaran handphone, jadi saya bisa melakukan foto dengan cara timer, di bawah spot foto terdapat 1 kamar mandi disana, di spot foto pun saya bertemu dengan solo traveling, beliau bertanya arah kiblat, untungnya saya memiliki aplikasi arah kiblat dan akhirnya beliau melakukan sholat Ashar di salah satu omah kayu.

Setelah dari omah kayu, saya kembali ke warung untuk mengajak teman saya berfoto, selang beberapa menit, kami mulai perjalanan pulang, karena jalan puncak becek, kami pun berjalan berhati-hati, di tengah perjalanan turun, teman saya mulai ketakutan karena jalan yang begitu licin, akhirnya kami meminta tolong kepada petugas untuk membantu kami menuruni puncak, tim rescue datang dan membawakan kami tali, seketika itu kami merasa sedang menikmati otubound, berseluncur dengan tanah dan high ropes. Canda tawa bersama tim rescue, akhirnya kami sampai di pos ojek.

Kami pun mulai mencoba Motor Trail bersama tim Rescue, terdapat keseruan tersendiri disaat menaiki motor tersebut, dikarenakan jalan yang curam dan berlumpur, juga terdapat banyak batu, kami pun menikmati perjalanan on the road kami dengan senang walau saat hampir sampai kami harus turun karena medan yang curam. Akhirnya kami pun sampai di pos Parkir dan kami pun mulai perjalanan pulang untuk berbuka Puasa

.Kiriman Dari Hardiansyah Ardi <[email protected]>