Lingkarmalang.com, Kota Malang – Tahun baru islam seakan tak mati di telan teknologi. Di tengah zaman yang serba otomatis ini masih memiliki ruang di tengah masyarakat jawa. Tahun baru hijriah yang lumrah disebut malam satu Suro ini menurut adat jawa sangat sakral. Karena pada jaman dahulu memang sejumlah acara di kerajaan di gelar untuk memperingati satu suro tersebut. Seperti tidak mau kalah untuk melestarikan budaya, Malang yang notabene masih kental adat kajawennya pun memperingati pergantian tahun ini. Berikut beberpa acara yang digelar di Kabupaten Malang, Kota Malang dan Kota Batu.

Gebyar Ritual Suro Kawi

Sudah menjadi rahasia umum jika Kawi merupakan tempat keramat yang sering di sambangi warga luar Malang. Dari tahun ke tahun pasti ada gebyar karnaval arak-arakan untuk memperingati awal bulan Muharam ini. Yang paling unik ritual ini bukannya untuk mendapatkan pesugihan seperti yang dimitoskan masyarakat luar malang. Namun untuk memperingati wafatnya eyang Jugo dan RM Imam Sudjono sebagai sesepuh mereka. Biasanya peringatan ini diwujudkan dengan arak-arakan tumpeng dari blitar menuju gunung kawi dengan berjalan kaki dan berbagai arak-arakan lainnya.

Larung Sedekah Laut

Lain halnya dengan masyarakat pesisir Malang Selatan yang juga memperingati malam sakral pergantian tahun dengan memberikan beberapa hasil bumi kepada pantai. Biasanya hal ini dilakukan untuk meminta berkah pada penguasa laut selatan. Beberapa warga pesisir pantai seperti Balaikambang dan Sendangbiru lumrah untuk melakukan hal tersebut. Selain sebagai bentuk rasa syukur kepada sang pencipta juga wahana hiburan. Karena tak jarang pasti ada panggung orkes Melayu yang ditujukan untuk menyedot wisatawan.

Kirab Muharram

Ditahun-tahun sebelumnya sangat jarang masyarakat kota memperingati pergantian tahun Islam ini. Namun akhir-akhir ini rupanya masyarakat kota Malang mulai berminat untuk menjadikan event ini sebagai event tahunan. Mungkin tidak dengan hal sakral seperti yang Lingkar Malang sebutkan diatas, melainkan dengan pawai sederhana khas tujuh belas agustusan yang sarat akan warna-warni sang pelaku pawai. Hal ini seperti yang ada di Kelurahan Balearjosari, ibarat punya gawe pihak kelurahan membuat rundown acara semenarik mungkin.

Ritual Jamasan Keris

Lain halnya dengan Kota Malang yang merayakan tahun baru khas kota, Kota Batu yang sarat akan hal nyleneh memilih untuk melakukan ritual jamas-an keris. Jamas yang berarti menyucikan pusaka ini sangat di minati warga Kota Batu. Hal ini terbukti ramainya pengunjung yang menyimak ritual demi ritual yang di gelar. (Nurohman)