Rafting di Kendalpayak /Doc. Impala UB

LINGKARMALANG – “ate ndayung maneh ta le” (mau mendayung lagi nak?) sapaan orang dusun karang duren ini sudah biasa didengar ketika rombongan pemuda dan pemudi berpelampung ini melintasi jalan kampungnya sambil menggotong perahu karet. “ndayung” adalah Bahasa lokal warga kendalpayak ketika melihat sekelompok orang ber arung jeram.

Bagi sebagian orang awam, mungkin jarang ada yang tahu bahwa aliran sungai brantas di daerah kendalpayak ini hampir setiap minggu digunakan untuk ber arung jeram. Walaupun tidak se seru sungai – sungai yang sudah beroperator seperti Ndayung adventure di sungai Amprong. Ataupun saudaranya satu aliran brantas yaitu kaliwatu di Kota Batu, namun tak perlu diragukan sungai brantas di Kendalpayak ini sudah banyak menciptakan banyak atlit-atlit arung jeram handal di Kota Malang.

Rafting di Kendalpayak /Doc. Impala UB

Karakter sungai yang tidak terlalu tinggi grade nya (tingkat kesulitan), tapi lengkap dengan berbagai karakter jeram dan bentukan arus menjadikan sungai ini langganan bagi para pecinta alam, maupun organisasi penggiat arung jeram khususnya bagi pemula yang sedang belajar atau baru mengenal dunia olah raga arus deras. Berbagai bentukan mulai dari standing wave, back curling hingga patahan dan hole menambah serunya berarung jeram di sungai berantas kendalpayak.

Tidak hanya bergelut dengan jeram, dalam pengarungan yang kurang lebih lamanya sekitar satu setengah jam ini kita juga bisa melihat berbagai satwa yang jarang ditemui di Kota. Misalnya seperti burung raja udang dengan warna birunya yang cantik atau atau biawak yang dengan santainya melintasi sungai untuk mencari mangsa. Namun hentikan dulu dayunganmu sejenak bila melihat ada warga yang memancing di tepi sungai. walaupun tidak sampai marah, kadang warga sekitar bisa berubah menjadi masam mukanya bila ikan buruannya hilang akibat kecipak dayung yang lupa dihentikan, dan membuyarkan segerombolan ikan yang hendak memangsa umpan pancingnya.

Sayang sungguh disayang, keasrian alam dan keseruan jeram kadang harus sirna seiring sampah kiriman yang mengambang di sungai. Entah warga dari kampung ini sendiri atau sampah ini limpahan dari hulu, yang jelas kebiasaan membuang sampah sembaranagan ini berakibat merusak pemandangan yang ada. Apa susahnya sih buang sampah pada tempatnya?         (Kartiko.P)