lingkarmalang.com, Pondok Pesantren – Jika berbicara tentang pondok pesantren, Nawak-Nawak Lingkar Malang pastilah akan fokus ke Gondanglegi atau Singosari. Tapi kali ini Lingkar Malang tidak akan berkiblat mainstream seperti kamu, melainkan akan membahas pondok tertua di Malang tapi berada di tengah perkotaan. Namanya Pondok Pesantren Miftahul Huda Gading.

Sengaja mencantumkan nama Gading karena lokasi pondok pesantren tersebut ada di Gading, dan sebagian warga Malang menyebutnya dengan Pondok Gading. Lokasinya berada di gang kecil di sepanjang Jalan Galunggung. Memang tak disangka di tengah-tengah Kota Malang yang di penuhi kaum kapitalis ini masih ada lembaga pendidikan yang masih terjaga sejak 1768. Berarti sampai saat ini tepat berumur 2,5 abad dari masa pendiriannya.

Pesantren yang didirikan oleh K.H. Hasan Munadi ini awalnya hanya untuk sarana edukasi para santri saja. Sudah menjadi rahasia umum pula jika para santri yang mondok disini juga ikut berjuang merebut kemerdekaan dari penjajah Belanda ataupun Jepang.

Namun lain dahulu lain sekarang, para santri saat ini diisi oleh para pejuang di bidang pendidikan. Banyak mahasiswa dan mahasiswi yang mondok disini, selain untuk memperdalam ilmu agama mereka juga mengampu pengetahuannya di bidang pengetahuan umum sesuai disiplin ilmu di kampusnya.

Inovasi untuk memperbolehkan mondok dan sekolah ini sebenarnya sudah dari Pondok yang diasuh oleh K.H. Moh. Yahya. Sejalan dengan kebijakan beliau meningkatlah minat masyarakat untuk bermukim di Pondok Pesantren Miftahul Huda. K.H. Moh. Yahya pula yang menamakan Miftahul Huda, untuk memberikan nama seperti layaknya lembaga pendidikan pada masa itu.

Meskipun banyak santri yang mengampu pendidikan formal tapi ciri khas pondok beraliran salafi ini masih tetap terjaga. Seakan sudah mendarah-daging tradisionalnya pondok pesantren tersebut tanpa terpengaruh arus modernisasi pendidikan.