Kampung Budaya Polowijen, Doc. www.nasional.republika.co.id

LINGKARMALANG – Siapa kira di tengah ramainya perumahan Kota Malang yang sudah mulai sesak, di dekat jalanan yang tidak pernah lelah tertimpa beban kendaraan yang tiada henti menderu. Ada sebuah kampung tempat seni budaya topeng malanagan berkembang. Polowijen, kampung dengan sejumlah kenagan masa sialm ditengah ributnya perkotaan.

Topeng Malangan bukanlah hal yang baru di telinga warga malang, topeng malang identic dengan daerah timur Kota Malang. Namun kenalkah Nawak Ngalam dengan sosok Mbah Reni? Daerah polowijen yang saat itu terkenal dengan kriya mebel dan ukirannya tak ayal juga mencetak seorang penyungging handal bernama Tjondro Suwono, yang selain berprofesi sebagai penyungging juga memegang titel sebagai Guru tari.

Dalam sebuah buku Etnografi  yang ditulis oleh warga Belanda bernama Pegaud pada tahun 1938. Dijelaskan dalam salah satu halaman nya, Mbah Reni termasuk ke dalam salah satu pelestari  budaya dan seni yaitu topeng Malangan. Karena ke gaek an karya nya pada masa itu bahkan kampung polowijen saat itu pernah berganti nama menjadi desa Reni.

Kampung Budaya Polowijen, Doc. www.foto.akurat.co

Untuk mengenang besarnya jasa Mbah Reni yang bersumbangsih terhadap perkembangan budaya dan seni Topeng Malangan di Kota Malang. Warga Polowijen membuat kampung budaya yang salah satunya mengangkat  topeng Malangan. Tidak hanya tentang Topeng Malang  kampung polowijen ini didapuk menjadi kampung budaya karena adanya beberapa situs yang ditemukan di kampung ini. Salah satunya adalah petilasan Sumur Windhu, petilasan ini ditengarai adalah petilasan yang menandakan bahwa ken dedes lahir di daerah ini.

Tidak main-main, Abah Anton selaku walikota yang mengesahkan kampung ini sebagai kampung tematik pada tanggal awal bulan April silam. Acara ini dimeriahkan dengan berbagai acara seperti pagelaran tradisi dolanan nyi putut,  pagelaran tari, dan pastinya pertujukan seni topeng Malangan. Ke depan kampung ini akan dimodifikasi sesuai dengan temanya dan akan dipenuhi dengan ornament berbau seni dan budaya.  (KartikoTiko)