Lingkarmalang.com, Asli Malang – Malang tak hanya menelurkan berbagai macam pariwisata yang menghibur, dalam hal sumberdaya manusia Malang juga tak kalah dengan daerah lain. Ada seorang politisi handal kelahiran Malang (tepatnya di Kepanjen) yang memiliki gaung dalam dunia politik di saat pemerintah Orde Lama berjaya.

Namanya Dr. Soebandriyo, beliau mulai meniti karir politiknya saat kemerdekaan sudah berkibar. Setidaknya hal itu sudah cukup kuat untuk menyematkan kata politikus pada nama beliau. Berasal dari keluarga yang terbilang mampu saat itu, lahir di Kepanjen tanggal 15 September 1914. Kebetulan pula ayah beliau adalah pejabat kawedanan Kepanjen. Gelar dokternya tersemat setelah rampung belajar di Geneeskundige Hoogeschool te Batavia, sekedar untuk diketahui sekolah tersebut adalah sekolah kedokteran pertama di Indonesia. Setelah masa studinya selesai, pria asli Malang tersebut membuka praktek kedokteran.

Sampai saat Indonesia sudah memproklamirkan diri tepatnya pada tahun 1949 beliau menjadi duta besar Indonesia untuk Britania Raya. Berawal dari sini karir dalam menjadi pegawai plat merah beliau berawal. Perlu diketahui pula tahun tersebut merupakan tahun awal Indonesia memiliki kedutaan di Britania Raya. Jadi tugas beliau memang terlampau berat untuk menggalang kemitraan saat menjabat. Pada tahun 1954 beliau ditarik kembali ke dalam negeri untuk menjabat sebagai wakil menteri luar negeri.

Selang tiga tahun diangkat menjadi menteri luar negeri menggantikan Roeslan Abdulgani, sejak itu beliau sudah mengenal petinggi yang memiliki andil dalam penyelenggaraan negara. Dari sana lobi-lobi secara politik dilakukan, selain untuk belajar tentang politik juga untuk menggalang dukungan atas kebijakan politik yang sangat berpengaruh di kancah internasional. Terbukti sejak 1957 sampai 1966 banyak negara yang mengaku kedigdayaan Indonesia.

Saat menjabat menjadi menteri luar negeri tersebut pulalah beliau merangkap jabatan sebagai Wakil Perdana Menteri juga. Kira-kira tugas ini saat ini sudah setara Menteri Koordinator. Tak cukup sampai di sana beliau juga diangkat sebagai Kepala Badan Pusat intelejen. Namun sayangnya diakhir kejatuhan orde lama beliau didakwa bersalah atas keberpihakan pada Partai Komunis. Sehingga mendapat hukuman penjara sampai tahun 1995. Namun kita patut berbangga dengan manuver politik beliau.