Perjalanan ke Alam Hutan Pinus Semeru

UMAK – Tepat berkisar antara satu bulan sampai dua bulan, saya vakum terhadap alam. Dikarenakan sibuk nya waktu kuliah dan sibuk mengerjakan tugas. Dikala ada waktu senggang, saya mulai merencanakan untuk piknik. Dan saya senang sekali jika ada teman yang mengajak saya untuk piknik. Dan saya lebih tertarik untuk melakukan perjalanan ke alam dengan tantangan yang lebih wow daripada harus pergi ke tempat yang tidak ada biasa – biasa saja. Akhirnya kita sudah merencanakan, dan alhasil rencana itu tidak terwujud. Karena kebanyakan sesuatu yang direncanakan banyak gagalnya. 

Daaannn, tiba di ujung waktu mumpung kuliah lagi libur selama 4 hari, gaenak kan ya jika hari libur dihabiskan hanya dengan tidur – tiduran di rumah mendingan jika hunting ke alam. Awalnya sih kita ngeliat tempat apa aja yang mau dikunjungi gitu. Pertama nya sih mau ke budug asu, cerita punya cerita katanya budug asu jalan nya ekstrim banget, dan dari kebun teh membutuhkan waktu 2 jam untuk sampai disana. Akhirnya kita membatalkan niat untuk pergi kesana. Setelah itu, search deh di ig @lingkarmalang, akhirnya nemu tempat yang belum terlalu tenar sih kalau menurutku yaitu di Hutan Pinus Semeru tepatnya sih di Desa Sumber Putih – Wajak. Akhirnya kita memutuskan untuk pergi kesana.
Perjalanan dimulai pukul 12.00 siang, pada waktu itu saya dijemput oleh teman saya yang berada di perumahan Joyogrand. Sedangkan rumah saya berada di Gadang. Kita berangkat cuma 2 orang, dan dua – dua nya tidak tahu alamat hutan pinus tersebut. Akhirnya kami nekat, dengan bondo “google maps” tetapi di sekitar wajak, hape temen saya tidak ada sinyal. Akhirnya kita nanya – nanya kepada warga sekitar. Dari sekitar 5 orang yang kami tanya, mereka sangat ramah sekali.
Akhirnya tibalah dimana bertemu dengan jalan makadam yang lumayan naik, dan jalan yang saya rasa sudah sangat parah rusaknya tersebut berhasil kami lewati. Untungnya kita tidak terjatuh pada saat itu jalan tidak licin. Akhirnya setelah melewati jalanan yang sangat ekstrim, kita sampai di hutan pinus tersebut. Kesan pertama ngelihat udah adem banget dan kita disambut dengan mas – mas tukang parkir yang memberikan karcis nya.
Setelah itu, dari parkiran kami langsung menuju ke hutan tersebut. Kami bingung, kok tidak ada tiket masuk. Ternyata tiket masuk pada hutan pinus tersebut gratis. Kemudian disitu banyak hammock, ayunan, dll. Kemudian kita tanya sama mas – mas disitu, ternyata per hammock nya kita bayar 5 ribu. Akhirnya kita kasihan sama mas – mas tersebut, kita sewa 10 ribu. Sebelah itu, mas nya bilang “loh kebanyakan mbak” aku bilang “gapapa mas ambil aja” kemudian mas nya bilang “hammock nya mau di pasang dimana mbak?” aku sama temenku nyari tempat yang view nya bagus. Akhirnya kami bilang “disini aja deh mas” kemudian sama mas nya dipasangin.
Setelah itu, kami foto – foto dengan sepuasnya. Kemudian, hari udah mulai petang dan hujan udah mulai turun akhirnya kita memutuskan untuk balik ke Malang. Kemudian kita langsung balik ke parkiran dan kita dikenakan parkir 2 ribu, tetapi kami memberikan uang 5 ribu dan bilang “kembaliannya ambil aja mas”. Soalnya kita kasihan lihat mas – mas nya itu banyak sekali yang jagain, akhirnya kita gak tega. Kemudian kita pulang dan di tengah perjalanan hujan. Untung nya gak begitu deras dan jalannya tidak terlalu licin.
Sekian cerita perjalanan kami yang sangat mengesankan
Kiriman dari : Nur Cholifah <[email protected]>