LINGKARMALANG – Terhitung kurang lebih seminggu lagi bulan suci Ramadhan telah tiba. Berbagai macam persiapan demi menyemarakkan moment puasa mulai dilakukan oleh berbagai kalangan. ibu-ibu biasanya mulai mencari  resep berbuka puasa yang sedap untuk disantap oleh keluarga. sang ayah juga mulai berkumpul di balai RW atau masjid setempat untuk berdiskusi tentang kegiatan Ramadhan di kampung masing-masing. Sedangkan mereka yang masih muda belia mulai berburu referensi  tempat nongkrong yang asik untuk sekedar menunggu bedug adzan Maghrib bekumandang.

Ternyata Semarak Ramdhan ini juga menerpa pemuda pemudi kampung setempat yang tergabung dalam karang taruna. Terbukti beberapa karang taruna di Kota Malang mempunyai kegiatan rutin di setiap Ramadhan yaitu patrol sahur.Buat Nawak Ngalam yang belum paham, patrol sahur yang dimaksud adalah, berjalan keliling kampung dengan membunyikan kentongan , drum tempat air, atau alat lainnya yang bisa berbunyi dengan tujuan membangunkan warga kampung yang masih terlelap. Entah mulai kapan ada tradisi seperti ini, yang jelas sejak aku kecil patrol sudah jadi tontonan yang mengasyikkan untuk dilihat dan didengar.

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Malang mengapresiasi patrol yang dilakukan oleh berbagai karang taruna  dan pemuda di berbagai kelurahan di Malang. Untuk itu pada hari Jumat tanggal 19 Mei kemarin dinas Kebudayaan dan Pariwisata menyelenggarakan lomba Patrol di Jalang Simpang Balapan Ijen Kota Malang.Tidak melulu hanya memberikan penampilan perkusi kentongan, di lomba kali ini ada dua kelas yang diperlombakan yaitu lomba kereta hias, dan non kereta. persaingan kreatifitas dan kekompakan ini terbukti menyedot animo masyrakat Kota Malang. Ruas jalan simpang balapan dipenuhi oleh lautan manusia mulai dari yang hanya sekedar menonton hingga supporter yang ingin memberikan dukungan penuh untuk tim patrol perwakilan kampungnya.