LINGKARMALANG – Buku adalah jendela dunia, banyak membaca buku membuat wawasan dan pengetahuan kita semakin luas. Tak jarang orang yang gemar membaca seolah-olah sudah seperti kamus berjalan. Bagi sebagian orang membaca sudah laiknya candu, hingga secara otomatis di otak mereka terpatri kalimat “Tiada hari tanpa membaca”. Mereka akan membaca everywhere, everytime, bisa dengan sedikit menyisihkan waktu disela-sela pekerjaan, bisa juga memang sudah mengalokasikan waktu untuk membaca. Namun, bagi sebagian yang lainnya, membaca bukanlah sebuah keharusan, atau bahkan membaca seperti membuang waktu saja. But it’s oke, karena memang tidak semua orang mencintai buku.

Bukupun memiliki perjalanan waktunya sendiri, bagaimana dulu manusia menuliskan segala informasi yang butuh didokumentasikan pada media yang mereka tahu, kulit binatang misalnya atau pelepah pohon dan semacamnya. Bahkan pada benda keras seperti batu atau lainnya. Hingga pada suatu masa manusia akhirnya mampu membuat kertas, dan menjadikannya buku.

Kota Malang yang juga terkenal dengan julukan kota pelajar juga punya toko buku semacam Kwitang di Jakarta atau yang ada di JalanSemarang Kota Surabaya, ya Pasar Buku Wilis. Terletak di sepanjang Jalan Wilis, Pasar Buku Wilis ini menyediakan buku baru dan bekas yang cukup komplit. Jika beruntung, pembeli bisa mendapati versi ori dari buku tersebut, meskipun mungkin bukan buku baru alias sudah second hand. Tak jarang kita jumpai juga buku hasil dari fotocopy versi aslinya.

Secar legalitas hukum, seharusnya tidak boleh meng-copy sendiri buku tersebut, karena pasti akan sangat merugikan bagi penulis dan penerbit. Di Pasar Buku Wilis ini Aneka macam buku tersedia, mulai buku baru, bekas ataupun baru tapi tidak ori. Mulai buku anak-anak, agama, politik, sosbud, biografi, hingga buku ajar juga tersedia. Bahkan tak jarang buku-buku lama edisi terbatas juga ada disini, hal ini membuat Pasar Buku Wilis masih bertahan hingga hari ini. Untuk harga jangan ditanya, dijamin bersahabat. Ya memang untuk mendapatkan harga sahabat, kita harus pandai tawar menawar dengan si penjual. Jika negosiasi gagal jangan khawatir, pindah saja ke lapak sebelah. Tak perlu takut karena stok buku tidak tersedia di lapak lainnya, karena di Pasar Buku Wilis ini tidak hanya ada satu toko saja. Mungkin hanya beberapa buku langka yang hanya bisa kita jumpai di lapak tertentu, selebihnya bisa kita temui di semua lapak.

Lokasi Pasar Buku Wilis yang mudah dijangkau menjadikannya selalu ramai pengunjung. Buka setiap pagi hingga sore, bahkan beberapa lapak masih buka hingga malam hari. Jika lapar setelah keliling pasar buku, mudah saja kita temukan lapak makanan di area Pasar Buku Wilis, seperti soto ayam, siomay, nasi campur bahkan hingga warung kopi ada disini.

Bagi para pecinta buku tentu Pasar Buku Wilis ini menjadi salah satu destinasi favorit untuk sekedar berjalan-jalan atau membeli beberapa. Bahkan untuk para pelajar dan mahasiswa, Pasar Buku Wilis ini seperti laiknya surga bagi mereka. Bisa dapat buku literatur dengan harga yang tidak menguras kantong. Iya sih kalau dilihat dari sisi yang lain, banyak terjadi duplikasi buku. Tapi kembali lagi, adalah sebuah pilihan bijak bagi kita untuk membeli buku yang mana dan dimana. (Kartiko.P)