Wisata Malang Pantai ngliyep salah satu pantai yang mempunyai keindahan alamnya masih alami meskipun sudah banyak di kunjungi wisatawan, pantai ngliyep cukup bersih karena itu pengunjung betah untuk menikamati keindahannya untuk menghabiskan waktu mengeksplore dan menikamti keindahan pantainya, bisa di bilang serasa di pantai sendiri.

ngliyep 3
Pantai Ngliyep

Lokasi pantai ngliyep tepatnya di Ds. Kedungsalam Kec. Donomulyo Kab. Malang, jarak tempuh untuk menuju pantai 62 km dari pusat kota malang, kawasan ini mempunyai luas kurang lebih 10 hektar meliputi pantai, lahan parkir dan terdapat penginapan

Di pantai ini pengunjung akan menemui banyaknya batu karang berpadu dengan pasir putih nan bersih, curamnya tebing serta hutan lingung yang membentuk gambaran alam yang sangat indah. Luasnya hamparan pasir di pantai ngliyep ada yang dinamakan teluk putrid & pasir panjang

Salah satu keindahan lain dengan keberadaan pulau kecil yang tidak jauh dari bibir pantai, pulau yang di beri nama gunung kombang, untuk menuju gunung kombang pengunjung harus melewati jembatan dari kayu, di pulau kecil ini pengunjung dapat menikmati keindahan sunset ataupun sunrise menarik ya,,, selain di jadikan tempat wisata gunung kombang juga di jadikan tempat ritual oleh warga sekitar yang sudah turun temurun dari leluhurnya.

ngliyep
Sunset di Pantai Ngliyep

Acara tahunan pada bulan maulud dlm penanggalan jawa, pantai ngliyep akan di banjiri para pengunjung tepatnya tanggal 15 di gelarnya ritual upacara labuhan, Upacara labuhan merupakan bentuk upacara pengorbanan, dimana kepala hewan ternak sapi atau kambing di korbankan ke laut sebagai sesaji, menurut cerita awal mula dilaksanakan upacara labuhan untuk menghindarkan wabah penyakit yang menyerang penduduk setempat pada zaman dahulu.

Peristiwa wabah penyakit menular masyarakat menyebutnya dengan istilah pagebluk, peristiwa ini terjado sekitar ttahun 1913 tepatnya di desa kedungsalam, pada saat itu seepuh desa bernama mbah atun mendapatkan mimpi untuk menggelar ritual atau upacara labuhan di pantai agar penduduk terhindar dari bencana wabah penyakit atau disebut juga dengan istilah pagebluk, upacara dilakukan dengan dengan kesenian reog sepanjang jalan menuju pantai, Iringan-iringan orang menggunakan baju tradisional Jawa dan membawa sesaji berjalan menuju Gunung Kombang, berjarak kurang lebih 300 meter dari bibir pantai.

ngliyep 2
Gunung Kombang Ngliyep

Peristiwa wabah penyakit menular bagi masyarakat Jawa biasa disebut dengan istilah pagebluk. Pagebluk di Desa Kedungsalam itu terjadi sekitar tahun 1913. Saat itu tersebutlah seorang sesepuh desa bernama Mbah Atun yang mendapat mimpi untuk menggelar upacara Labuhan di pantai agar terhindar dari bencana itu. Upacara ini dilakukan oleh penduduk desa setempat dengan iringan kesenian reog pada sepanjang ruas menuju pantai. Iringan-iringan orang mengenakan baju tradisional Jawa dan membawa sesaji itu kemudian berjalan menuju Gunung Kombang, kurang lebih 300 meter dari bibir pantai. Deburan ombak yang menghantam jembatan dan semilir angin, menambah suasana khusyuk upacara labuhan tersebut.