Lingkarmalang.com, Surfing Pantai Nganteb – Selancar merupakan olahraga yang paling diminati turis asing. Lucunya mereka jauh-jauh dari negaranya ke Indonesia kita hanya untuk berselancar. Sedangkan kita sebagai penduduk lokal masih sangat awam bahkan asing dengan olah raga tersebut. Salah satu buktinya kita masih belum tahu bahwa pantai Nganteb adalah spot surfing yang di minati para wisatawan asing.

Nganteb merupakan pantai yang terletak di dusun Sukorejo Desa Tumpakrejo Kecamatan Gedangan Kabupaten Malang. Pantai ini menjadi idola surfer Eropa, Amerika dan Australia dikarenakan ombak yang ada di pantai ini sangat menarik untuk di taklukkan. Selain itu pantai yang berhimpitan dengan pantai Wonogoro ini juga memiliki dasar pasir tidak seperti pantai lain di Malang Selatan yang memiliki dasar karang yang tajam. Sehingga para peselancar yang jatuh kakinya masih aman dan tidak tergores lancipnya batu karang.

Seperti halnya pantai lain yang popular berkat adanya kemudahan akses yang di latar belakangi oleh pembangunan Jalur Lintas Selatan. Pantai ini juga seperti itu, baru terpantau menjadi spot surfing setelah adanya jalur lintas selatan sekitar tahun 2014. Ibarat tak mau ketinggalan momen pemerintah Kabupaten Malang pun langsung memfasilitasi dan mempromosikan pantai ini menjadi destinasi wisata. Salah satunya dengan rutin menggelar event bertajuk selancar setidaknya setiap tahunnya.

Tak hanya ombaknya yang layak untuk selancar, awal mula para warga menonjolkan tempat ini sebagai wisata religius. Terbukti dengan dibangunnya joglo yang berada di bukit karang di ujung pantai yang biasa dinamakan Gunung Batok. Di dalam joglo ini terdapat kentongan bambu yang bersifat magis. Untuk anda yang tidak meminati kedua opsi cara menikmati pantai Nganteb tersebut dapat pula hanya bermain-main dengan pasir putihnya. Di pantai Nganteb ini pula ada fasilitas muara sungai yang dapat digunakan untuk mandi bagi Nawak-Nawak Lingkar Malang yang takut bermain air di Pantai kerena ombaknya yang ganas.

Berbagai fasilitas layaknya tempat wisata lain pun juga ada. Seperti tempat duduk yang terbust dari kayu dan tertata rapi, para penjaja cemilan dan toilet. Ditambah pas weekend pun akan banyak di temui para peselancar yang tak jarang bule untuk menambah pemandangan anda saat berpiknik. Ibarat kata Nawak Lingkar Malang tak perlu jauh-jauh ke Bali untuk menikmati aksi para bule berselancar. (Pungkas)