Lingkarmalang.com, Cerita Umak – Menurut kisah Gunung Bromo ini berasal dari kata Brahma yakni salah seorang Dewa agama Hindu. Sebagai sebuah gunung yang besar dan indah, Bromo masih termasuk ke dalam golongan gunung api yang masih aktif, walaupun Gunung Bromo tidak sebesar gunung api lainnya yang ada di Indonesia tetapi pemandangan alam dan suasana gunungnya membuat gunung ini sangat pantas untuk di sambangi. Sehingga para wisatawan tidak jera untuk berkunjung.

Untuk pertama kalinya saya dan beberapa saudara memutuskan untuk berlibur kesana. Saya terlalu excited dan sangat menikmati perjalanan yang ditempuh lumayan jauh dan lama, melewati jalan berliku dan gelap. Penerangan hanya dari lampu-lampu jeep yang juga melewati sepanjang jalan. Sudah tidak sabar rasanya untuk melihat Ciptaan Tuhan yang seperti lukisan nyata. Sunrise. Adalah tujuan awal untuk kami sebelum ke beberapa sport yang ada di bromo. Tepat jam 3 kami turun dari jeep untuk berjalan melewati banyaknya anak tangga sampai akhirnya kami sampai di spot 1 untuk melihat indahnya sunrise. Menunggu beberapa jam, dan semakin dingin tidak membuat kami lelah. Sampai akhirnya sunrise mulai menampakkan kecantikannya dengan malu-malu dan kabutpun perlahan mulai menghilang. Indah dan bersyukur. Pertama kali yang kami gambarkan. Saya merasa seperti melihat lukisan nyata. Kami habiskan menikmati sunrise, mengabadikan dan melihat dengan sempurna matahari terbit

.

Banyak kata indah untuk menggambarkan keindahan Bromo. Satu kata saja dari hati saya. Sempurna.  Disana Perjalanan kami yang panjang terbayar sudah dengan lukisan nyata ini. Bukan hanya terlihat jelas keindahan matahari terbit tetapi terlihatnya Gunung Bromo, Gunung Batok, Gunung Kursi dan Gunung Semeru. Semakin sangat lengkap dan terlihat indah. Tepat pukul 6 kami turun dan kembali ke tempat awal kami turun dari jeep. Setelah menikmati hangat dan cantiknya matahari terbit, kami memulai perjalanan kembali mengelilingi keindahan Bromo. Spot demi spot kami lewati, turun, berfoto dan menikmati. Betapa kami terus bersyukur. Tuhan menciptakan alam yang sangat indah untuk bisa kami nikmati. Kami turun di spot kawah bromo. Tepatnya dibawah spot penanjakan. Disana kami melihat banyak kuda yang bisa disewa untuk mengantarkan kami menuju anak tangga jalan menuju kawah. Selain itu juga ada pura tempat orang disana sembahyang. Untuk sampai di kawah kami harus melewati puluhan anak tangga yang sudah disediakan disana. Lelah, tetapi harus tetap semangat melewatinya. Canda gurai dalam perjalanan kesana membuat tidak terasa sampai diatas kawah. Sungguh luar biasa. 

Setelah puas menikmati spot kedua kami turun dan kembali ke jeep untuk melanjutkan perjalanan. Berikutnya kami sampai di pasir berbisik. Hamparan padang pasir yang seutuhnya adalah pasir halus. Entah dengan ucapan apalagi kami memuji tempat ini. Kata guide kami, pasir berbisik juga pernah dipakai untuk syuting filmnya dian sastrowardoyo. Senang saya bisa befoto disana. Spot berikutnya adalah Padang Savana atau Bukit Teletubbies. Merupakan sebuah Padang Savana yang disekelilingnya terdapat deretan perbukitan. Pemandangan yang begitu sempurna. Saya akui Gunung bromo memang mempunyai keindahan pesona alam yang sangat lengkap sekali, dimulai dari pemandangan cantik matahari terbit (sunrise), deretan megah kawah Gunung Bromo, lautan padang pasir, dan juga hamparan rumput yang terdapat di Padang Savana ini

.

Spot ini adalah spot yang paling spesial untuk saya. Pesona padang rumput yang hijau luas dengan suasana yang tenang, sejuk dan nyaman. Rasa lelah yang hinggap ditubuh kami saat menempuh perjalanan ini seketika hilang. 

Kawasan wisata bromo memang sepaket lokasi wisata alam yang tak akan ada habisnya menyegarkan mata. Sensasi ketagihan pun dengan segera akan muncul dibenak kami karena keindahan alam dan kearifan warga lokal yang membuat kami merasakan kenyamanan seperti dilingkungan rumah sendiri. Selalu muncul dalam benak kami yang ingin kembali datang ke bromo hanya untuk merasakan keindahan yang luar biasa dari belahan manapun. 

<[email protected]>