Lingkarmalang.com, Pabik Gula Krebet – Gula merupakan komoditas penting Indonesia saat masih bernama Hindia Belanda. Pada waktu itu komoditas gula menjadi produk ekspor paling besar, menjadi pesaing Kuba saat masih di bawah masa penjajahan Belanda. Karena memang saat itu gula menjadi komoditas unggul di dunia, tak jarang ada beberapa pabrik gula yang tersebar di seluruh wilayah. Termasuk Malang menjadi pusat produksi penggilingan gula tebu.

Salah satu pabrik yang masih berdiri selain PG. Kebonagung adalah PG. Krebet Baru. Pabrik krebet terletak di Kecamatan Bululawang. Berbeda dengan PG. Kebonagung yang saat itu diakuisisi bank, PG. Krebet Baru tidak sesuram diambil alih bank karena gagal bayar. Tapi cerita suramnya ada saat misi bumi hangus Malang berlangsung.

PG Krebet pernah menjadi sasaran pembakaran pada masa agresi militer. Menjadi sangat menariknya para pemuda bangsa meskipun sudah memporak-porandakan pabrik tetap bisa merakit dan menjadikan pabrik gula berfungsi seperti awal. Bahkan sampai saat ini masih berfungsi dengan normal, untuk menggiling tebu yang berasal dari ladang-ladang di Malang selatan.

Sedangkan generasi kepemilikan pabrik ini kebanyakan dikuasai oleh pemerintah. Hanya pada saat berdiri pada tahun 1906 sampai Indonesia merdeka dikuasai konglomerasi cina bernama Oei Tiong Ham Concern (OTHC). Sedikit pengetahuan tentang OTHC adalah konglomerasi cina pertama yang menguasai komoditas dagang di Hindia Belanda. Sebelumnya semua komoditas penting dikuasai oleh VOC. Seperti yang selama ini Nawak-Nawak Lingkar Malang pelajari dalam buku sejarah.

Setelah kemerdekaan Republik Indonesia kepemilikan pabrik gula ini beralih ke pemerintah indonesia. Meskipun masih ada dominasi menejemen dari pihak OTHC berkolaborasi dengan pemerintah saat itu. Pada tahun 1961 pemerintah mengambil alih secara keseluruhan dan pengelolaannya di bawah kementerian urusan Pendapatan, Pembiayaan dan pengawasan. Untuk pengelolaan teknis sendiri dialihkan ke PT. Perusahaan Perkembangan Ekonomi Nasional, saat ini perusahaan tersebut berganti nama dengan PT. Rajawali Nusantara Indonesia. Pengelolaan tersebut berjalan sampai saat ini.