Lingkarmalang.com, Taman Hidroponik Batu – Bercocok tanam sepertinya sudah menjadi kebutuhan manusia, karena memang berbagai ragam pangan tak dapat diperoleh tanpa bercocok tanam. Terlepas dari ada atau tidaknya waktu, keahlian, dan tempat. Bercocok tanam seakan sudah menjadi kewajiban bagi setiap insan. Apalagi dari tumbuhan yang kita tanam pasti ada oksigen yang menjadi kebutuhan dasar untuk bernafas.

Di era perkembangan teknologi ini ada sebuah inovasi baru bercocok tanam, namanya hidroponik. Seperti yang tercermin dari namanya, yang memiliki makna air (hydro). Teknologi ini mengganti media penyalur nutrisi bagi tumbuhan yang awalnya tanah menjadi air. Tentunya dengan berbagai rekayasa nutrisi yang diberikan melalui cairan tambahan. Tapi teknologi ini mampu menjawab tantangan sempitnya lahan yang dialami warga perkotaan.

Layaknya kota-kota lainnya warga Batu pun juga ikut memanfaatkan kebaikan teknologi ini. Ada sebuah Green House yang berada di Jl. Cempaka Dusun Srebet Desa Pesanggrahan Kota Batu. Uniknya Green House ini seakan sudah menjiwai nama green yang berarti hijau dan asri dengan memberikan edukasi. Terang saja hal itu sudah tercermin bila mengunjungi tempat ini pasti akan terlihat sayur-mayur yang tertanam dalam sistem hidroponik.

Anda seakan diajak untuk berwisata petik sayur-mayur hidroponik jika waktu panen seperti saat tulisan ini dibuat. Diatas lahan yang memiliki luas sekitar 70 meter persegi ini sudah ada sistem aliran air dan tertancap berbagai macam sayuran hidroponik. Saat panen seperti saat ini pemilik Green House ini menjual sayurannya seharga Rp.5.000 per-hole. Hole yang dimaksud adalah perlubang yang biasa ada dalam sebuah rangkaian hidroponik. Biasanya bibit yang disebar tiap hole 2-3. Nasib baik bila mendapat 2 pohon yang besar dalam satu lubang.

Pemilihannya pun seperti pada wisata petik buah, anda dibebaskan masuk ke lahan hidroponik dan memilih sendiri. Bila ingin belajar pun Muhammad Anwar sebagai pemilik tak segan untuk berbagi ilmu. Ada satu hal yang unik lagi, untuk menjiwai nama green seperti yang tertulis di awal, pihak pengelola menyarankan untuk membawa kantong plastik sendiri. Karena pemilik Green House tidak menyediakan kantong plastik untuk menjaga kelestarian alam. Setidaknya sempatkan untuk berbelanja ke Open Green House karena tidak setiap waktu panen.