lingkarmalang.com, Ringin Asri – Eksistensi perfilman kini mulai merambat naik, tak jarang film yang dihasilkan para sineas negeri ini sudah mendapat acungan jempol dari negeri seberang. Namun tahukah anda, jika produk yang bagus tersebut berawal dari bioskop keliling atau biasa disebut layar tancap? Tak dapat dipungkiri memang, dahulu masih jarang warga menonton film di bioskop. Selain karena masih jarangnya bioskop dalam suatu kota, pun juga karena harga tiket menonton sangat mahal.

Layar tancap atau bioskop keliling ini lebih ke arah hiburan masyarakat kelas menengah ke bawah, karena lokasi tayangan tersebut yang biasanya hanya di lapangan kampung. Jejak-jejak bioskop keliling ini dapat anda temukan di Museum Film Jaman Dahulu Indonesia atau Indonesian Old Cinema Museum. Mungkin bagi anda generasi X yang ingin bernostalgia di masa belum ada Facebook dapat mengunjungi museum ini.

Di Museum yang diresmikan saat hari film nasional 3 Maret 2017 anda tak hanya dapat melihat koleksi filmnya saja. Semua yang berhubungan dengan bioskop keliling dapat anda jumpai di sini. Mulai dari klisi/film, alat pemutar klisi agar menjadi film, materi publikasi seperti poster dan semua hal tentang bioskop keliling. Bukan mustahil jika saat anda berjalan-jalan di sini akan mengingatkan kenangan saat masa pacaran dengan camilan kacang rebus.

Lokasi museum ini ada di Jl. Soekarno-Hatta no. 45, tepat di Rumah Makan Ringin Asri. Rasanya akan seru jika berekreasi dengan pasangan anda -yang saat ini sudah berumur- ke sini. Dapat mengenang masa lalu sekaligus menguak pertanyaan-pertanyaan yang pasti muncul ketika anda menonton layar tancap. Jika memang tidak punya misteri yang akan diungkap, setidaknya anda dapat bernostalgia dengan melihat film-film jadul. Karena museum ini memutarkan film untuk pengunjung mulai pukul 10 pagi sampai 10 malam. Tertarik? Langsung saja meluncur ke sana.