LINGKARMALANG – Awal mula tatap muka kami adalah saat tim Lingkar Malang pada waktu itu meliput sebuah usaha kuliner di bilangan Jalan Terusan Kawi yang bertajuk Moebi Eatery. Sedang asik-asiknya saya mengobrol dengan sang pemilik rumah makan muncullah seorang pria dengan biola di genggamannya. Sang pria yang memperkenalkan dirinya sebgai Lutfi ini meminta ijin untuk mengamen sebagai modal untuk dirinya menyusuri asia dengan sepeda. Tak lama kemudian meluncurlah sederatan nada lagu armada berjudul asal kau bahagia dari gesekan biolanya.Karena ketertarikan kami dengan gayanya mencari dana dan misinya untuk menjelajah Asia maka sayapun memberanikan diri untuk membuat janji untuk wawancara di lain hari.

Berselang dua hari dari kami bertemu, saya mengundang Lutfi untuk bertandang ke basecamp lingkarmalang guna livegram dan menjawab rasa penasaran saya tentang misi dan keinginannya untuk mejelajah Indonesia serta beberapa Negara tetangga.

Sembari menghirup kopi kental meluncurlah beberapa perkenalan tentang sosok Lutfi yang kali ini memilih Kota Malang sebagai tempat persinggahan sementara. “ saya sebenarnya sudah cukup lama tinggal di Malang mas, saya dulu kuliah di IKIP Budi Utomo dan ambil S2 di Universitas Negeri Malang jurusan matematika” ucap pria berkacamata ini. Sungguh menarik, ternyata image tentang petualang yang selalu bermasalah dengan perkuliahan berhsil dipecahkan oleh Lutfi, tidak hanya sekedar kuliah tepat waktu namun juga berhasil mengejar gelar master. Disini lutfi juga menjelaskan bahwa misinya untuk menyusuri jalan – jalan di Indonesia hingga ke negeri China adalah salah satu obsesinya untuk mempelajari budaya dari setiap daerah dan negara yang dikunjungi. “tidak hanya berbagai macam budaya dan cerita rakyat setempat yang saya dapat, namun juga beragam petuah dari orang- orang yang tempatnya pernah saya singgahi, juga menjadi pelajaran hidup yang sangat berharga bagi saya”

Rencananya nanti pada akhir perjalanannya, pemuda yang yang menghabiskan masa mudanya di Kota Malang dengan bertualang ini, akan menuliskan kisah perjalanannya dalam sebuah buku. Agar nanti segala hal yang didapat baik itu suka, duka maupun pelajaran hidup bisa dinikmati dan dirasakan oleh pembaca pula. (Kartiko.P)