LINGKARMALANG – Kata ini sering diucapkan selam 30 hari  dalam 365 hari kalender masehi. Kata ini menjdai sangat nge- hits dalam bulan ini, bahkan Instagram mencatat ada sekitar 270.000 an postingan yang memakai tagar akan kata ini. Kata ini tak lain dan tak bukan adalah ngabuburit. Walaupun kata ini bukan kata asli Malang melainkan berasal dari Bahasa Sunda, namun tak perlu diragukan lagi hampir seluruh pelosok negeri ini termasuk Kota Malang kenal dan mengerti istilah asal Bandung ini yang berarti menunggu senja .

Banyak hal yang bisa dilakukan menjelang senja saat berbuka puasa, ada yang memilih menghabiskan waktunya untuk berolah raga, ada pula yang memilih asik untuk menekuni hobinya yang lain. Nah dalam artikel  kali ini, Lingkar Malang ingin memberikan tips ngabuburit hemat tapi seru yaitu berburu buku murah. Seperti kita ketahui bersama, di Kota Malang ada dua pasar buku yaitu di Jalan Wilis dan di area Velodrom Sawojajar, nah di artikel ini kami akan mengupas sedikit tentang keunggulan dan keseruan di masing-masing pasar buku tersebut

  • Pasar Buku Wilis
Pasar Buku Wilis

Sapaan “cari buku apa mas/mbak” sering diucapkan di kedai-kedai buku ini, maklum saja yang belanja di tempat ini kebanyakan adalah mahasiswa atau pelajar yang sudah membawa daftar apa saja yang ingin dibeli. Tapi jangan kuatir buat kalian yang ingin ngabuburit di tempat ini siapkan saja kalmat sakti “mau liat-liat aja mas” serta merta pertanyaan para penjual yang menawarkan buku paket pelajaran akan terhenti.

  • Pasar Buku Velodrome
Pasar Buku velodrome

Berbeda dengan Pasar Buku Wilis, Pasar Buku di Velodrome relatif lebih tenang. Pasar buku pindahan dari Jalan Sriwijaya ini pun memiliki Genre yang berbeda dengan pasar buku di Jalan Wilis. Masing – masing kios memiliki ciri khas akan buku yang dijualnya. Contohnya seperti kios di kavling no 21 ini, penjualnya menonjolkan buku-buku filsafat dan politik serta novel-novel kaya pujangga kawakan baik itu saduran maupun terbitan penulis lokal. Oiya Nawak Ngalam, di pasar ini  walaupun sebagian besar buku yang dijual  adalah buku bekas namun mereka menolak untuk mem-fotokopi atau membajak buku asli.

Satu Tips lagi buat Nawak Ngalam, baik di Pasar Buku Wilis maupun Pasar Buku Velodrome jangan takut untuk menawar  kalau mau membeli buku, tapi jangan juga terlalu sadis menawar buku yang penting penjual suka karena bukunya laku dan kita juga bahagia dapat harga yang lebih murah.