LINGKARMALANG – Akhir-akhir ini kampung tematik telah merambah luas di Kota Malang. seakan tak mau kalah dengan taman tematik yang di lahirkan walikota bandung, pemerintah Kota Malang juga memberikan sedikit inovasi untuk konsep kampung. Beberapa produk inovasi yang di “bidan”i oleh pemerintah kota mulai mencuat di telinga wisatawan luar Malang.

Seperti kampung warna-warni, Kampung Putih dan ada pula Kampung Celaket. Kali ini Lingkar Malang akan memberikan ulasan pada Kampung Celaket. Kampung yang sudah ada pada masa perundagian ini sangat layak dikunjungi dengan seabrek sejarahnya. sebetulnya Daerah Celaket yaitu daerah sepanjang Jl. J.A. Suprapto Kota Malang, pada masa kolonial daerah ini dinamakan desa Tjelaket. adapula beberapa referensi yang menyatakan bahwa nama Tjelaket sudah disematkan pada masa pra-sejarah. Berdasarkan bahasa jawa kuno celaket yang berasal dari kata caleket bermakna pedas. Entah karena disekitar sini ada tumbuhan yang rasanya pedas atau ada sebab lain yang melatar belakangi adanya nama tersebut.

Terlepas dari sejarah panjangnya tersebut, kali ini Celaket bertransformasi menjadi kampung yang menjadi museum kultur budaya indonesia. hal tersebut terwujud dari tembok-tembok rumah warga yang sengaja dilukis batik. Tak sampai disana, beberapa event kelas internasional pun tak jarang di gelar di kampung yang memiliki sejarah panjang ini.

seperti ICCCF (International Celaket Cross Culture Festival) pun tiap tanggal 23 juli di setiap tahunnya digelar. dukungan dari pihak pemerintahan pun tidak setengah-setengah dalam mewujudkan kampung budaya Celaket ini. Mulai dari kepala pemerintahan sekelas lurah sampai mentri siap mendukung kampung celaket dalam mewujudkannya menjadi kampung budaya. maka tak jarang jika beberapa stakeholder hadir dalam beberapa acara yang sering diadakan di Jl. J.A. Suprapto gang 1 ini. Jika anda tertarik dengan penampakan hasil kreatifitas kampungnya dapat mengunjungi Jl. Tretes selatan (Jl. J.A. Suprapto gang 2) atau gang masuk disamping SMA Cor jesu. (Pungkas.N)