Becak Motor

LINGKARMALANG Akhir – akhir ini chaos transportasi di Kota Malang kian memanas. Karena perebutan penumpang dan beberapa alasan lain yang menjadi latarbelakang. Beberapa aksi protes antara supir angkot yang mulai kehilangan penumpang dan para penarik ojek online yang kian tertekan. Namun kali ini Lingkar Malang akan bercerita tentang moda baru yang bisa dikatakan semi tradisional yaitu becak motor. Becak yang notabene merupakan angkutan full tradisional dengan cara mengayuh yang jauh dari kata polusi ini para pengendaranya sudah mulai memasuki masa pensiun. Maka dari itu para pengayuh yang mulai memasuki usia pensiun dan tidak kuat mengayuh ini memodifikasi becaknya menjadi becak bermotor.

Sejumlah becak motor kali ini mulai memenuhi jalanan Kota Malang. Entah di tengah atau di pinggiran Kota Malang pasti sering menemui para Pak Lek bentor yang sedang menarik moda transportasinya. Awal tahun 2015 an para pemilik bentor sempat ketar-ketir dengan penerbitan aturan bahwa bentor harus dimusnahkan karena tidak memenuhi standar keamanan kendaraan. Namun setelah menimbang berbagai aspek yang melatar belakangi kemunculan alat transportasi ini, pihak Polresta Malang memilih untuk membiarkan kendaraan bermotor roda tiga ini berkeliaran di kota malang sembari mencari win-win solution.

Riwayat bentor tidak secepat ojek online yang kali ini sudah membahana di kota sejuta mahasiswa ini. Riwayat bentor lebih mirip dengan riwayat transportasi offline pada umumnya, yang membanjiri jalanan kota dengan perlahan. Bahkan cenderung lebih pelan melambung naiknya, ditengarai oleh status hukum moda transportasi yang masih abu-abu. Namun terlepas dari adanya beberapa kekurangan tersebut bentor tetap memiliki keunikan tersendiri. Seakan dapat memberikan ragam warna tersendiri bagi dunia transportasi Kota Malang. Satu hal juga yang dapat menjadi daya tarik tersendiri bagi para traveler luar Malang. Dengan moda ini seakan ada objek foto fantastis yang tercermin dari masyarakat kelas bawah Kota Malang, apalagi jika anda menemui bentor dengan angkutan barang dagangan yang menggunung di sore hari. (Pungkas. N)