Lingkarmalang.com Guo Lowo Malang – Fenomena alam acapkali memberikan ketertarikan tersendiri bagi kita umat manusia. Entah tertarik untuk sekedar mengobservasi atau meneliti lebih detil dengan disiplin ilmu yang dimiliki. Namun hal ini bagai buah simalakama, ada yang menarik ada pula yang membuat tidak nyaman. Salah satunya adalah fenomena kelelawar di Guo Lowo Teluk Ngasem.

Guo Lowo dalam bahasa Indonesia berarti Guanya kelelawar. Di gua karang yang berada di Dusun Balearjo Desa Purwodadi, Kecamatan Tirtoyudo, Kabupaten Malang ini merupakan “rumah” bagi ratusan atau bahkan ribuan kelelawar. Ditengarai memang gua tersebut sangat jarang dilewati manusia, menjadikan mereka nyaman untuk tinggal di gua tersebut. Bagaimana tidak, untuk menuju ke gua yang berada di pelipiran tebing tersebut harus dengan perahu dari pantai Lenggoksono. Bila kondisi arus normal dapat memakan waktu 30 menit, bila arus diwarnai dengan ombak besar bisa lebih.

Tak cukup sampai di sana, perahu tidak dapat mencapai mulut gua. Dikarenakan banyaknya batu karang tajam menghiasi mulut gua. Salah satu caranya hanya dengan berenang sejauh 10 meter. Dari mulut gua ini sebetulnya cukup membuat jantung berdegup, dengan karang yang tajam dan ombak yang acapkali mendebur karang.

Pemandangan yang akan didapat dari petualangan tersebut jika saat sore hari akan ada ribuan kelelawar terbang di atas kepala kita. Rasanya pasti akan excited menyaksikan kelelawar segitu banyaknya menutup langit jingga sore. Dengan suara-suara ultrasonik dari kelelawar berlomba dengan suara dentuman ombak merasuk ke telinga. Mungkin hal ini dapat menjadi hal baru bagi anda.

Sekali lagi memang fenomena alam akan menjadi sebuah keasyikan sekaligus kekhawatiran. Tergantung bagaimana kita menyikapi fenomena tersebut. Bila kita merasa khawatir dengan fenomena alam tersebut sebaiknya menghindar saja. Jangan terhipnotis dengan kepentingan semu tren sosial media. Sehingga kita tak menghiraukan kekhawatiran yang melanda.