LINGKARMALANG – Malang dengan kerajaan Singasarinya ternyata tak hanya memiliki peninggalan Candi Singasari yang memiliki kemegahan bangunan luar biasa. namun yang tidak banyak di ketahui khalayak umum kerajaan Singasari juga memiliki peninggalan Candi yang terletak di Kecamatan Tumpang Kabupaten Malang. Candi yang lumrah di sebut sebagai Candi Jago ini dapat disebut Borobudurnya Malang.

Candi yang berdiri berundak dan memiliki sejumlah relief ini rasanya layak disebut borobudur versi kecil. namun candi yang lumrah di sebut Candi Tumpang atau Candi Cungkup ini memiliki aliran keagamaan yang jauh dengan Candi Borobudur. Meskipun dengan kisah pewayangan yang hampir sama tetap saja ada perbedaan dari sisi keyakinan. pasalnya Candi yang dibangun untuk menghormati sri jaya wisnuwardhana yang beragama Syiwa Budha ini mengalir jelas pada bentuk bangunan. sedikit sorotan untuk aliran keagamaan Syiwa Budha, agama ini merupakan percampuran agama Hindu dan Budha. agama tersebut sangat marak dipeluk masyarakat kerajaan singosari pada saat raja singosari keempat menjabat.

maka dari itu untuk bentuk bangunan menyerupai Candi Borobudur yang notabene beraliran budha murni, namun juga ada kisah Mahabharata dengan lakon Arjuna Wiwaha yang mengutip beberapa ajaran Hindu. candi jago yang berasal dari kata jajagu yang memiliki arti keagungan tersebut ada yang mengatakan sebagai tempat kunjungan Raja Hayam Wuruk dari Kerajaan Majapahit. entah karena pada waktu itu Raja Negri tetangga tersebut mengagumi pahatan-pahatan yang ada di candi ini atau memang memiliki misi tersendiri terhadap kerajaan Singosari sebagai tuan rumah. terlepas dari peristiwa bersejarah tersebut candi jago ini instagramable juga. dengan puncak candi yang tidak terlalu tinggi dan ada bentuk pintu terbuka di puncaknya. merupakan hal yang sangat unik dan layak menjadi background foto yang terkesan vintage. (Pungkas.P)